Gelandang Sassuolo Ismael Kone tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya dibantai Juventus 0-3 dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-19. Kone secara terang-terangan menyoroti performa buruk barisan pertahanan Neroverdi, termasuk Jay Idzes dkk, yang dinilai menjadi biang keladi kekalahan.
Bertanding di Stadion Mapei, Reggio Emilia, pada Rabu (7/1) dini hari WIB, Sassuolo harus mengakui keunggulan tim tamu. Kekalahan telak ini, menurut Kone, disebabkan oleh serangkaian kesalahan fatal di lini belakang.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kritik Tajam untuk Lini Pertahanan
“Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kami sebenarnya bisa bermain lebih baik lagi, terutama dalam hal pertahanan,” ujar Kone, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Mureks mencatat bahwa dua dari tiga gol Juventus memang lahir dari blunder fatal pemain belakang Sassuolo. Gol pembuka tercipta akibat gol bunuh diri Tarik Muharemovic. Sementara itu, gol ketiga Juventus berasal dari kesalahan umpan Jay Idzes yang berhasil dimanfaatkan Jonathan David untuk mencetak gol.
Satu gol lainnya dicetak oleh Fabio Miretti yang dengan cerdik memanfaatkan celah kosong setelah menerima umpan pendek dari Jonathan David di depan kotak penalti, menunjukkan kurangnya koordinasi pertahanan.
Kone mengakui kualitas Juventus sebagai tim yang pantas memenangkan pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa kekalahan Sassuolo seharusnya bisa dihindari jika lini belakang mampu tampil lebih konsisten dan disiplin.
Perlu Peningkatan Karakter dan Agresivitas
“Kami seharusnya menunjukkan karakter individu yang lebih kuat, tetapi saya yakin performa kami akan meningkat lagi,” tambah Kone. Ia juga menyinggung perbedaan antara persiapan latihan dan implementasi di lapangan.
“Ada banyak tim di Serie A yang melakukan pressing tinggi di lapangan, tetapi kami tahu bagaimana menghadapi situasi tersebut dan sudah mempersiapkannya di sesi latihan. Namun, selalu berbeda menerapkan hal-hal tersebut dalam pertandingan,” jelasnya.
Gelandang asal Pantai Gading itu menekankan pentingnya peningkatan agresivitas dan kemampuan memenangkan duel di lapangan. “Kami perlu memenangkan lebih banyak duel, lebih agresif dalam perebutan bola kedua,” tegas Kone.
Meski demikian, Kone tetap optimistis Sassuolo akan segera bangkit dari keterpurukan ini. Ia menyatakan timnya siap menghadapi tantangan berat berikutnya saat bertandang ke markas AS Roma.






