Kabar pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United dan pengunduran diri Enzo Maresca sebagai juru taktik Chelsea cukup menggemparkan dunia sepak bola pada awal tahun 2026. Kedua pelatih top ini meninggalkan posisinya di awal paruh kedua musim 2025/2026, memicu pertanyaan besar di kalangan penggemar dan pengamat.
Padahal, secara prestasi, Manchester United dan Chelsea tidak berada dalam kondisi yang terlalu buruk di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Manchester United menempati peringkat keenam dengan 31 poin, sementara Chelsea berada satu strip di atasnya, posisi kelima, juga dengan 31 poin. Kedua klub masih dalam peta persaingan ketat untuk memperebutkan posisi empat besar Liga Primer Inggris per pekan ke-20 musim 2025/2026.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Fenomena pemecatan pelatih di pertengahan musim memang sudah menjadi hal lumrah dalam industri sepak bola modern. Berbagai alasan melatarbelakangi keputusan petinggi klub untuk mengganti nakhoda tim saat kompetisi belum usai. Lantas, apa saja faktor utama yang mendorong klub-klub top Eropa mengambil langkah drastis ini?
Performa Buruk dan Inkonsistensi di Lapangan
Performa tim yang buruk dan inkonsisten menjadi alasan paling umum bagi manajemen klub untuk memecat pelatih di tengah musim. Sebagian besar klub besar Eropa menargetkan pelatihnya untuk bersaing merebut gelar juara atau setidaknya mengamankan zona empat besar liga agar lolos ke Liga Champions Eropa musim berikutnya. Sayangnya, tidak sedikit pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi tersebut.
Sebagai contoh, Jose Mourinho beberapa kali dipecat pada pertengahan musim akibat performa buruk, seperti saat melatih Chelsea pada 2015/2016, Manchester United 2018/2019, dan AS Roma pada 2023/2024. Tim-tim yang diasuhnya kesulitan meraih kemenangan, sehingga keluar dari peta persaingan gelar juara, bahkan perebutan zona Liga Champions. Menariknya, beberapa klub yang mengganti pelatih di tengah musim justru menuai hasil positif. Chelsea, misalnya, berhasil menjuarai Liga Champions dua kali setelah mengganti Andre Villas-Boas dengan Roberto Di Matteo pada pertengahan 2011/2012, dan Frank Lampard dengan Thomas Tuchel pada 2020/2021.
Terlibat Konflik Internal dengan Petinggi Klub
Konflik internal antara pelatih dan jajaran direksi klub sering kali berujung pada pemecatan atau pengunduran diri. Beragam faktor bisa menjadi pemicu perselisihan antara pelatih dan manajemen klub. Hal ini terlihat jelas pada kasus Ruben Amorim dan Enzo Maresca di awal 2026.
Meskipun penampilan Manchester United dan Chelsea kerap inkonsisten selama paruh pertama 2025/2026, posisi kedua klub masih berada dalam zona kompetisi antarklub Eropa dan berpeluang merebut peringkat empat besar Liga Primer Inggris. Namun, menurut Mureks, baik Amorim maupun Maresca sama-sama terlibat konflik serius dengan petinggi klubnya masing-masing.
Dalam kasus Maresca, perselisihan dengan departemen medis dan jajaran direksi klub terkait kontrak serta kebijakan transfer menjadi beberapa alasan kedua belah pihak berpisah. Sang pelatih bahkan sempat menyebut mengalami
Referensi penulisan: www.idntimes.com






