Olahraga

Pesta 5 Gol Barcelona di Semifinal Piala Super Spanyol 2026: Sinyal Bahaya untuk Real Madrid

Barcelona mengirimkan “pesan teror” dari King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Rabu (7/1) malam. Bukan sekadar kemenangan telak 5-0 atas Athletic Bilbao yang menjadi sorotan, melainkan cara pasukan Hansi Flick meraihnya: dominan, mematikan, dan mereka melakukannya tanpa perlu memeras keringat bintang utamanya, Lamine Yamal, sejak menit awal.

Kemenangan meyakinkan di semifinal Supercopa de España ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang akan lolos dari laga Real Madrid kontra Atletico Madrid malam nanti. Barcelona membuktikan bahwa “Tim B” atau skuad rotasi mereka pun sudah cukup untuk menghancurkan juara Copa del Rey musim lalu.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Strategi Jenius Hansi Flick: Menang Sambil “Menyimpan Tenaga”

Keputusan Hansi Flick mencadangkan Lamine Yamal dan baru memainkannya di babak kedua, saat skor sudah aman, adalah langkah jenius sekaligus menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Flick seolah ingin menyatakan kepada rivalnya, “Kami menyimpan senjata terbaik kami untuk Final.”

Tanpa Yamal di starting XI, sisi kanan penyerangan Barca justru tetap hidup lewat aksi Roony Bardghji (20) yang mencetak gol debut, serta Raphinha yang tampil menggila dengan dua golnya pada menit ke-38 dan 52. “Kami ingin semua pemain segar untuk hari Minggu. Lamine butuh istirahat, dan lihatlah, tim ini tetap lapar,” ujar Flick usai laga, sebuah pernyataan yang secara implisit menekan mental calon lawan di final.

Statistik Mengerikan yang Menggetarkan Rival

Jika Real Madrid atau Atletico ingin merebut trofi Supercopa, mereka harus memecahkan teka-teki pertahanan dan serangan Barca yang sedang di puncak performa. Mureks mencatat bahwa berikut adalah data mengerikan dari laga kontra Bilbao:

  • Efektivitas Brutal: Barcelona mencetak 5 gol dari hanya 9 tembakan tepat sasaran.
  • Pertahanan Besi: Mereka berhasil menjaga clean sheet melawan Bilbao yang dikenal punya serangan balik cepat, membuat Nico Williams tak berkutik.
  • Distribusi Gol Merata: Ancaman datang dari segala lini—tengah (Fermin Lopez), sayap (Raphinha/Roony Bardghji), dan depan (Ferran Torres).

Menanti El Clasico di Tanah Arab

Skenario final impian El Clasico kini terbuka lebar. Jika Real Madrid mampu mengatasi Atletico pada laga berikutnya, maka final Minggu (11/1) nanti akan menjadi panggung pembuktian. Real Madrid mungkin punya mental juara, tetapi Barcelona baru saja menunjukkan bahwa mereka punya kedalaman skuad yang bisa membunuh lawan dengan skor telak 5-0, bahkan sebelum kartu As mereka (Yamal) benar-benar dikeluarkan.

Apakah Real Madrid siap menghadapi badai Blaugrana yang sedang dalam performa puncak ini?

Referensi penulisan: mediaindonesia.com

Mureks