JAKARTA – Seorang wanita berinisial RAF (32) mengalami luka lecet dan trauma mendalam setelah menjadi korban penjambretan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (4/1). Insiden ini diungkap oleh Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, dalam jumpa pers pada Kamis (8/1).
“Korban ini terseret di jalan sepanjang tiga meter dan sempat dibawa ke rumah sakit,” kata Kompol Seto Handoko Putra, menjelaskan kondisi korban pascakejadian.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut Kompol Seto, trauma yang dialami korban masih terasa hingga saat ini. “Korban sempat mendapatkan perawatan luka-luka, dan saat ini masih mengalami trauma,” tambahnya.
Mureks mencatat bahwa peristiwa nahas itu terjadi saat RAF hendak beribadah di sebuah gereja di Kelapa Gading. Karena area parkir gereja penuh, ia diarahkan ke lokasi parkir tambahan yang menyediakan bus shuttle menuju gereja. Setelah memarkirkan kendaraannya, RAF berjalan menuju halte bus shuttle.
Saat korban hendak menaiki bus, dua pelaku berinisial MD dan RA datang menggunakan sepeda motor. Mereka langsung menarik tas korban yang berisi dokumen penting dan satu unit telepon genggam iPhone 16 Pro. “Korban ingin mempertahankan tas dan terseret di jalan,” terang Seto.
Kepolisian berhasil menangkap kedua pelaku, MD dan RA. MD ditangkap pada Selasa (6/1). Dari hasil interogasi, terungkap bahwa telepon genggam iPhone 16 Pro milik korban telah dijual seharga Rp2 juta kepada seseorang berinisial R di Kali Betik, Koja, Jakarta Utara.
“Hasil interogasi bahwa handphone (telepon genggam) tersebut telah dijual kepada seseorang yang bernama R yang berada di Kali Betik, Koja, Jakarta Utara, seharga Rp2 juta,” ungkap Kompol Seto.
Uang hasil penjualan barang curian tersebut kemudian dibagi rata oleh kedua pelaku. “D mendapat Rp1 juta, dan pelaku R mendapatkan Rp1 juta,” jelas Seto.
Menyikapi kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat berada di jalan. Warga diminta segera menghubungi layanan darurat 110 apabila melihat atau mengetahui peristiwa yang mencurigakan.
“Pelaku kejahatan mengincar korban yang lemah dan lengah dalam menjalankan aksinya,” pungkas Kompol Seto Handoko Putra.






