Xiaomi kembali menegaskan komitmennya di pasar otomotif listrik dengan mengumumkan pembaruan signifikan untuk mobil listrik perdananya, Xiaomi SU7. Kurang dari dua tahun sejak peluncuran awal, model SU7 dipastikan akan menerima facelift besar pada April 2026, membawa penyempurnaan menyeluruh mulai dari desain, performa, teknologi pengisian daya, hingga sistem keselamatan.
Pembaruan ini akan diterapkan pada ketiga varian SU7—Standard, Pro, dan Max—dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi dan pengalaman pengguna. Salah satu peningkatan paling mencolok adalah arsitektur kelistrikan yang kini lebih canggih.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Peningkatan Performa dan Daya Jelajah
Menurut laporan CarNewsChina, arsitektur kelistrikan pada varian SU7 Standard dan Pro ditingkatkan dari 400 volt menjadi 752 volt. Sementara itu, varian Max mengalami lonjakan dari 871 volt menjadi 897 volt. Peningkatan ini berdampak langsung pada kecepatan pengisian daya, peningkatan jarak tempuh, dan optimalisasi performa secara keseluruhan.
Catatan Mureks menunjukkan, jarak tempuh versi CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle) untuk SU7 mengalami peningkatan signifikan. Varian Standard yang sebelumnya 700 km kini mencapai 720 km. Varian Max meningkat dari 800 km menjadi 835 km, dan varian Pro menjadi yang paling impresif dengan daya jelajah 902 km, naik dari 830 km.
Sistem kelistrikan baru ini juga memungkinkan pengisian daya cepat DC yang jauh lebih efisien. Hanya dalam 15 menit, mobil ini mampu menambah jarak tempuh hingga 670 km, sebuah peningkatan substansial dari generasi sebelumnya yang hanya mencapai 510 km.
Seluruh varian SU7 kini ditenagai oleh Xiaomi V6s Plus Super Motor, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan performa. Varian Standard dan Pro yang sebelumnya menghasilkan 299 hp kini meningkat menjadi 320 hp. Sementara itu, SU7 Max dengan konfigurasi motor ganda mampu menghasilkan tenaga gabungan 690 hp, naik dari 673 hp.
Untuk mendukung performa yang lebih bertenaga, varian Pro dan Max kini dilengkapi suspensi udara dual-chamber tertutup dengan continuous damping control (CDC) sebagai standar. Khusus varian Max, Xiaomi juga menyematkan rem Brembo fixed-calliper dengan kampas low-metallic untuk daya henti yang lebih optimal.
Fitur Keselamatan Ditingkatkan
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembaruan ini. Xiaomi SU7 versi terbaru dilengkapi balok anti-tabrakan baru di keempat pintu, menggunakan baja berkekuatan tinggi 2.200 MPa, meningkat dari sebelumnya 2.000 MPa. Seluruh varian kini juga dibekali sensor LiDAR sebagai standar, didukung kemampuan komputasi hingga 700 TOPS untuk menopang sistem bantuan berkendara canggih serta paket Xiaomi HAD (Hyper Autonomous Driving).
Tidak hanya itu, jumlah airbag juga ditingkatkan menjadi sembilan unit, termasuk dua airbag samping belakang yang baru ditambahkan demi meningkatkan perlindungan penumpang secara komprehensif.
Penyegaran Desain Eksterior dan Interior
Secara tampilan, perubahan pada eksterior SU7 terbilang halus namun memberikan kesan segar. Mobil ini kini tersedia dalam warna baru Capri Blue, yang melengkapi warna Bay Blue yang sudah ada. Selain itu, Xiaomi memperkenalkan velg anyar berukuran 20 inci bergaya “sharp blade”, dengan janji akan menghadirkan opsi warna tambahan di kemudian hari. Sistem pengereman kaliper depan fixed empat piston kini juga menjadi standar di seluruh varian.
Masuk ke dalam kabin, pembaruan terasa lebih jelas. Xiaomi menambahkan opsi interior Dark Black, setir dua warna dengan desain baru, jok yang diperbarui, pencahayaan ambient yang lebih modern, serta konsol tengah yang direvisi agar tata letak tombol lebih ergonomis dan estetis.
Harga dan Masukan Konsumen
Untuk harga, pre-order Xiaomi SU7 dibuka mulai RMB 229.900 (sekitar Rp 532 juta) untuk varian Standard. Disusul RMB 259.900 (sekitar Rp 601 juta) untuk varian Pro, dan RMB 309.900 (sekitar Rp 717 juta) untuk varian Max.
Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa sebagian besar pembaruan ini merupakan hasil dari masukan konsumen selama hampir dua tahun terakhir, dengan fokus utama pada peningkatan keselamatan dan kepercayaan diri pengemudi.






