Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dan Tim U-23 pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pelatih berkebangsaan Inggris ini diharapkan membawa angin segar dengan filosofi bermain agresif yang menjadi ciri khasnya.
Herdman dikenal dengan formasi andalan 3-4-2-1, yang menekankan pressing tinggi, intensitas, dan transisi cepat dalam setiap pertandingan. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun fondasi permainan yang lebih modern bagi skuad Garuda.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Karier kepelatihannya dimulai di level tim junior Selandia Baru, di mana ia bertugas dari 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2005. Namanya mulai mencuat saat memimpin tim nasional putri Kanada.
Bersama tim putri Kanada, Herdman sukses membawa timnya berlaga di Piala Dunia 2007 dan 2011. Puncaknya, ia mencatatkan sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade pada edisi 2012 dan 2016.
Berkat pencapaian tersebut, Herdman kemudian dipercaya menangani timnas U-23 Kanada dari 9 Januari 2017 hingga 17 Juli 2018. Pada periode yang sama, ia juga memimpin tim nasional senior Kanada. Di bawah arahannya, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen dari turnamen akbar tersebut. Mureks mencatat bahwa selama 2.090 hari menukangi timnas senior, Herdman mencatatkan 58 pertandingan dengan 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 15 kekalahan, menghasilkan rata-rata 1,98 poin per laga.
Setelah masa baktinya bersama tim nasional, Herdman melanjutkan karier di level klub dengan melatih Toronto FC di Liga Amerika Serikat (MLS). Ia memimpin klub tersebut dari 1 Oktober 2023 hingga 29 November 2024. Selama periode itu, Toronto FC memainkan 46 pertandingan dengan 17 kemenangan, empat hasil imbang, dan 25 kekalahan, atau rata-rata 1,2 poin per pertandingan.
Kehadiran John Herdman diyakini PSSI akan membawa energi baru bagi sepak bola Indonesia. Pengalamannya yang luas di kancah internasional, baik bersama tim nasional maupun klub, diharapkan dapat membangun fondasi permainan yang lebih modern. Harapan ini semakin menguat mengingat posisi pelatih timnas sempat kosong cukup lama setelah pemecatan Patrick Kluivert pada Oktober 2025.






