Las Vegas, Mureks – CEO Nvidia, Jensen Huang, mengisyaratkan kemungkinan untuk menghidupkan kembali produksi kartu grafis (GPU) generasi lama sebagai salah satu strategi mengatasi krisis pasokan dan kenaikan harga GPU yang melanda pasar saat ini. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah menyematkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru, seperti elemen DLSS, ke kartu grafis generasi sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan Huang dalam sesi tanya jawab di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Situs teknologi Tom’s Hardware secara langsung menanyakan Huang mengenai situasi kenaikan harga GPU gaming yang melonjak, serta masalah pasokan dan produksi yang terhambat oleh meningkatnya biaya VRAM.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Nvidia Menimbang Opsi untuk Atasi Krisis
Dalam kesempatan tersebut, Tom’s Hardware mengajukan pertanyaan kunci kepada Huang: “Do you think that maybe spinning up production on some of the older generation GPUs, on older process nodes where there might be more available production capacity, would help that, or maybe also increasing the supply of GPUs with lower amounts of DRAM? Are there steps that could be taken, or any specific color you could give us on that?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Huang menjawab, Yeah, possibly, and we could possibly, depending on which generation, we could also bring the latest-generation AI technology to the previous-generation GPUs, and that will require a fair amount of engineering, but it’s also within the realm of possibility. I’ll go back and take a look at this. It’s a good idea.
Dari jawaban Huang, terdapat dua poin utama yang menjadi pertimbangan Nvidia:
- Membangkitkan Kembali Model Lama: Nvidia dapat mempertimbangkan untuk memproduksi ulang model GPU lama sebagai solusi sementara untuk mengisi kekosongan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga.
- Integrasi Teknologi AI Terbaru: Rute potensial lainnya adalah mengadaptasi “teknologi AI generasi terbaru” ke jajaran kartu grafis GeForce yang lebih tua. Huang merujuk pada fitur eksklusif untuk GPU RTX 5000, seperti bagian dari DLSS 4 (yang baru saja ditingkatkan menjadi DLSS 4.5 di CES 2026), untuk meningkatkan frame rate.
Tantangan dan Implementasi DLSS 4.5
Mureks mencatat bahwa jawaban Huang terkesan hati-hati dan tidak terlalu spesifik. Ide untuk menghidupkan kembali lini produksi GPU lama yang telah dihentikan tampaknya menjadi kemungkinan yang lebih kecil. Sementara itu, opsi untuk membawa fitur DLSS ke lebih banyak GPU terlihat sebagai solusi jangka pendek yang lebih realistis untuk kembali menarik minat para gamer PC yang kini menghadapi tekanan harga kartu grafis akibat faktor eksternal, seperti lonjakan permintaan AI.
Nvidia sendiri telah menunjukkan langkah konkret dalam hal dukungan perangkat lunak untuk kartu GeForce lama dengan pengumuman DLSS 4.5. Teknologi ini memperkenalkan model transformer generasi kedua yang sepenuhnya kompatibel dengan kartu grafis RTX 4000 dan RTX 5000. Meskipun bekerja dengan tingkat yang lebih rendah pada GPU RTX 3000 dan 2000 (dengan penurunan kinerja sekitar 20% pada seri 2000), DLSS 4.5 tetap memberikan peningkatan performa yang signifikan.
Namun, tantangan utama dalam membawa fitur AI canggih ke GPU Nvidia yang lebih tua adalah upaya rekayasa yang besar. Seperti yang diungkapkan Huang, upaya semacam itu “require a fair amount of engineering” untuk memastikan fungsionalitas tersebut bekerja optimal dan memberikan peningkatan yang berarti tanpa menimbulkan masalah tambahan. Keterbatasan perangkat keras juga bisa menjadi penghalang bagi fitur-fitur seperti frame generation untuk model RTX 3000.
Saat ini, harga GPU Nvidia terus meroket, memicu kekecewaan di kalangan gamer PC. Model flagship RTX 5090 dilaporkan mencapai harga yang “ridiculous,” dan RTX 5080 juga sangat terpengaruh. Rumor mengenai masalah pasokan lebih lanjut semakin memperburuk situasi ini. Meskipun Nvidia memberikan sinyal positif tentang solusi potensial, semua masih dalam tahap yang sangat umum dan belum jelas.
Referensi penulisan: www.techradar.com






