Otomotif

Jangan Asal Simpan! Ini Daftar Barang yang Sebaiknya Tidak Ditaruh di Bagasi Jok Motor

Kapasitas bagasi kini telah menjadi salah satu pertimbangan krusial bagi pengendara sepeda motor, khususnya pada model skuter matik modern. Ruang penyimpanan di bawah jok menawarkan kepraktisan tinggi, memungkinkan pengendara membawa barang tanpa perlu tas tambahan. Semakin besar kapasitasnya, semakin fleksibel pula pengguna dalam memenuhi kebutuhan harian dengan lebih aman dan rapi.

Namun, bagasi motor bukanlah ruang serbaguna tanpa batas. Kombinasi suhu panas dari mesin, getaran konstan, serta risiko keamanan membuat tidak semua barang aman disimpan di bawah jok. Penggunaan bagasi yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan kerusakan pada barang bawaan, gangguan pada fungsi motor, hingga risiko keselamatan serius bagi pengendara.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Menyadari potensi bahaya ini, Wahana Honda memberikan daftar barang-barang yang sebaiknya tidak disimpan di dalam bagasi jok motor. Daftar ini penting untuk diperhatikan demi menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara.

Daftar Barang yang Sebaiknya Dihindari di Bagasi Jok Motor

  • Barang Berharga: Uang tunai, perhiasan, kartu penting, serta dokumen pribadi seperti paspor dan ijazah sangat berisiko hilang apabila motor dicuri. Keamanan di bagasi tidak sebanding dengan risiko kerugian yang mungkin terjadi.
  • Perangkat Elektronik: Ponsel, laptop, kamera, tablet, power bank, hingga baterai lithium rentan rusak akibat paparan panas dan getaran mesin. Lebih jauh, perangkat ini berpotensi mengalami korsleting atau bahkan meledak, membahayakan pengendara dan motor.
  • Benda Mudah Terbakar: Korek gas, tabung butane, produk aerosol, atau bahan bakar cadangan memiliki risiko tinggi memicu ledakan karena suhu ekstrem yang dapat terbentuk di dalam bagasi.
  • Minuman Berkarbonasi: Kandungan gas CO₂ dalam minuman berkarbonasi dapat mengembang drastis akibat panas dan guncangan. Hal ini menyebabkan kemasan menggembung atau bahkan pecah, meninggalkan kekacauan di dalam bagasi.
  • Parfum, Skincare, dan Kosmetik: Produk-produk ini sangat mudah meleleh, bocor, menguap, atau mengalami perubahan tekstur dan komposisi jika terpapar panas dalam waktu lama. Efektivitasnya pun bisa menurun drastis.
  • Makanan Mudah Basi: Ikan segar, kue basah, susu, atau makanan bersantan sangat cepat rusak dan basi di lingkungan yang panas. Selain tidak layak konsumsi, makanan ini juga dapat meninggalkan bau tidak sedap yang sulit hilang di bagasi.
  • Obat-obatan dan Cairan Medis: Perubahan suhu ekstrem dapat menurunkan efektivitas obat atau membuatnya tidak layak konsumsi. Beberapa obat bahkan bisa berubah menjadi racun jika tidak disimpan pada suhu yang tepat.
  • Cairan dalam Botol Kaca: Botol kaca sangat rentan pecah akibat getaran konstan selama perjalanan. Pecahan kaca dan tumpahan cairan berisiko menimbulkan bahaya di dalam bagasi.
  • Benda Tajam: Pisau lipat, cutter, gunting, atau benda tajam sejenis berpotensi merusak jok motor. Selain itu, benda tajam juga dapat membahayakan pengendara saat mengambil atau menyimpan barang.
  • Cairan Beracun: Pestisida, insektisida, atau bahan kimia keras lainnya berisiko tinggi bocor. Kebocoran ini tidak hanya membahayakan kesehatan pengendara, tetapi juga dapat merusak komponen motor secara permanen.

Mureks mencatat bahwa kesadaran akan jenis barang yang aman disimpan di bagasi motor sangat penting untuk menjaga keamanan berkendara dan memperpanjang usia pakai kendaraan. Dengan memahami risiko dan mengikuti rekomendasi ini, pengendara dapat memanfaatkan bagasi motor secara optimal tanpa mengorbankan keselamatan.

Mureks