Tren

Investor Wall Street Lanjutkan Rotasi Saham, Lepas Emiten Teknologi Raksasa ke Sektor Laggard

Para investor di bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, melanjutkan aksi rotasi portofolio pada Kamis (8/1/2026). Mereka terpantau melepas saham-saham emiten teknologi raksasa dan beralih ke saham-saham yang sempat tertinggal (laggards) sepanjang tahun lalu. Fenomena ini, menurut Mureks, menandai berlanjutnya rotasi intermiten yang mewarnai perdagangan saham AS di awal tahun 2026.

Indeks S&P 500 ditutup nyaris tak berubah di New York setelah mencetak rekor tertinggi baru awal pekan ini. Sebaliknya, indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi melemah 0,5%. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average yang merepresentasikan sektor ekonomi lama melonjak 0,6%. Saham berkapitalisasi kecil juga ikut reli, dengan indeks Russell 2000 naik 1,1%.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Dave Lutz, equity sales trader dan makro strateg di JonesTrading Institutional Services LLC, menjelaskan motivasi di balik pergeseran ini. “Ini awal tahun. Banyak orang ingin menata portofolio mereka pada aset yang dinilai punya potensi kenaikan paling besar,” ujarnya.

Lutz menambahkan, “Dengan valuasi saham teknologi yang sudah sangat tinggi dan adanya gelembung kecerdasan buatan secara teoretis, saham berkapitalisasi kecil menjadi pilihan, terutama dengan adanya dorongan pelonggaran kebijakan Federal Reserve.”

Faktor-faktor tersebut mulai menekan minat investor terhadap raksasa teknologi yang sebelumnya nyaris tak terbendung. Mureks mencatat bahwa memasuki hari kedelapan bulan Januari, versi equal-weight dari indeks S&P 500—yang mencerminkan kinerja saham rata-rata—berada di jalur untuk mencatat kinerja lebih baik dibanding indeks berbobot kapitalisasi pasar selama tiga bulan berturut-turut. Jika tren ini berlanjut hingga akhir bulan, capaian tersebut akan menyamai rekor terpanjang dalam tiga tahun terakhir.

Mureks