Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan aksi ambil untung atau profit taking pada perdagangan Kamis (8/1/2026), setelah sempat menembus level psikologis 9.000. Tekanan tersebut membuat pergerakan indeks berbalik ke zona merah di akhir sesi perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,22% ke posisi 8.925,47. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level 9.000 sebelum akhirnya terkoreksi.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Dari sisi sektoral, saham-saham basic material mencatatkan pelemahan terdalam seiring aksi profit taking setelah reli dalam beberapa hari terakhir. Sebaliknya, sektor transportasi justru mencatatkan penguatan terbesar dan menunjukkan rebound.
Di sisi makro, nilai tukar rupiah kembali tertekan. Mureks mencatat bahwa rupiah diperdagangkan di level Rp16.785 per dolar AS di pasar spot pada Kamis (8/1).
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang tercatat lebih besar dari target,” ujar tim riset Phintraco Sekuritas, dikutip Jumat (9/1/2026).
Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG berada di area overbought dan berpotensi membentuk pola death cross. Selain itu, pergerakan indeks juga membentuk pola shooting star, yang mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah reli dan pencapaian level tertinggi baru.






