Keuangan

Hutama Karya: Mobilitas dan Logistik Kembali Lancar di Aceh Tenggara Usai 2 Jembatan Bailey Rampung Dibangun

JAKARTA, Mureks – PT Hutama Karya (Persero) telah menyelesaikan pemasangan dua jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Pembangunan infrastruktur vital ini bertujuan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut pascabencana banjir dan tanah longsor.

Dua jembatan yang berhasil dirampungkan adalah Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter. Keduanya berlokasi strategis di Jalan Lintas Tengah ruas Kutacane-Blangkejeren, Kabupaten Aceh Tenggara, yang merupakan akses penting bagi aktivitas harian warga dan distribusi kebutuhan dasar.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Akses Vital Kembali Terbuka

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini. “Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut, mobilitas warga dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).

Mureks mencatat bahwa proses pemasangan Jembatan Mengkudu memakan waktu 15 hari, sementara Jembatan Penanggalan diselesaikan dalam 6 hari. Jembatan Mengkudu, yang berada di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah, telah dapat dilintasi sejak Selasa (23/12/2025). Sementara itu, Jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, dibuka untuk umum pada Minggu (28/12/2025).

Spesifikasi dan Kapasitas Jembatan

Secara teknis, Jembatan Mengkudu memiliki panjang 36 meter dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi rangka (truss) 2,4 meter. Jembatan ini dirancang dengan kapasitas beban kendaraan maksimum 40 ton, memungkinkan dilalui oleh kendaraan angkutan berat seperti truk.

Adapun Jembatan Penanggalan memiliki bentang lebih panjang, yakni 48 meter, dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 3,25 meter. Sama seperti Jembatan Mengkudu, jembatan ini juga mampu menahan beban kendaraan hingga 40 ton, sangat krusial untuk kendaraan logistik dan angkutan berat.

Jembatan Mengkudu dipasang di atas box culvert pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas, sedangkan Jembatan Penanggalan juga berada pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas.

Pemulihan Akses Pascabencana

Sebelum pemasangan jembatan-jembatan ini, akses di kedua lokasi sempat terputus total akibat bencana banjir dan tanah longsor. Warga setempat terpaksa menggunakan lintasan darurat, termasuk melintas di atas box culvert eksisting, yang sangat berisiko terhadap keselamatan dan menghambat distribusi kebutuhan pokok.

Selain pemasangan jembatan, Hutama Karya juga melaksanakan sejumlah pekerjaan pemulihan lainnya. Ini termasuk pembangunan tanggul dan pengalihan aliran sungai di sekitar Sungai Jembatan Natam. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko luapan air yang berpotensi kembali memutus akses jalan di masa mendatang.

Mureks