Harga batu bara di pasar global menunjukkan penguatan signifikan pada akhir pekan ini. Komoditas energi tersebut ditutup di level US$107,4 per ton pada perdagangan Jumat (9/1/2026) di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang.
Angka tersebut menandai kenaikan 0,47% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi level tertinggi yang tercatat sepanjang perdagangan awal tahun ini. Secara akumulatif, dalam perdagangan sepekan terakhir, harga batu bara membukukan kenaikan 0,8% secara point-to-point.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Inflasi China Dorong Sentimen Positif
Penguatan harga si batu hitam ini tidak lepas dari sentimen positif yang datang dari China, sebagai salah satu konsumen batu bara terbesar dunia. Biro Statistik Nasional China pada Jumat (9/1/2026) mengumumkan bahwa inflasi negara tersebut pada Desember 2025 mencapai 0,8% secara year-on-year (yoy).
Catatan Mureks menunjukkan, angka inflasi 0,8% yoy ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,7% yoy. Lebih lanjut, tingkat inflasi tersebut merupakan yang tertinggi yang dicapai China sejak Februari 2023, mengindikasikan pemulihan ekonomi yang berpotensi meningkatkan permintaan energi.






