LUMAJANG, JAWA TIMUR – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi sebanyak empat kali pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kolom letusan teramati mencapai ketinggian satu kilometer di atas puncak.
Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.51 WIB. Kolom letusan saat itu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas sedang yang bergerak ke arah utara.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 05.11 WIB. “Semeru kembali erupsi pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” jelas Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima Mureks di Lumajang, Sabtu.
Erupsi ketiga tercatat pada pukul 05.28 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl. “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang ke arah utara,” tambahnya.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali erupsi untuk keempat kalinya pada pukul 06.56 WIB. Kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak, dengan abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal yang bergerak ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.
Status Siaga dan Rekomendasi PVMBG
Liswanto menjelaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
- Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
- Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
- Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.






