Tren

Arab Saudi Nyatakan Dukungan Penuh terhadap Permintaan Yaman untuk Akhiri Konflik di Wilayah Selatan

JAKARTA – Arab Saudi secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap permintaan pemerintah Yaman untuk memfasilitasi penyelesaian konflik berkepanjangan di bagian selatan negara tersebut. Konflik internal ini, yang telah berlangsung bertahun-tahun, telah memicu krisis kemanusiaan yang masif dan menyebabkan eksodus penduduk sipil.

Pemerintah Saudi menegaskan bahwa keterlibatan mereka didasarkan pada permintaan resmi dari Yaman, dengan tujuan utama menciptakan kondisi damai yang lebih luas di kawasan. Konflik di Yaman selatan sendiri melibatkan pasukan pemerintah dan berbagai kelompok bersenjata lokal yang memperjuangkan otonomi atau kontrol teritorial, menjadikannya pusat ketegangan yang berkelanjutan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Menteri Luar Negeri Saudi, dalam sebuah konferensi pers, mengumumkan kesiapan Riyadh untuk membuka jalur dialog dan menyediakan dukungan diplomatik. Langkah ini diharapkan dapat mencari solusi yang bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai, demi stabilitas regional.

Pemerintah Yaman, yang telah lama menghadapi tantangan besar dalam mengatasi pemberontakan di selatan akibat isu politik, ekonomi, dan ketidaksetaraan pembangunan, menyambut baik respons Arab Saudi. Pejabat senior Yaman berharap langkah ini akan membawa dialog yang lebih serius dengan kelompok bersenjata di selatan, mengingat perang yang berkepanjangan hanya memperburuk kondisi ekonomi dan kemanusiaan warga sipil.

Organisasi kemanusiaan internasional menyebut bahwa kondisi di Yaman selatan merupakan salah satu krisis terburuk di dunia. Jutaan orang kekurangan akses pangan, air bersih, dan layanan kesehatan dasar. Situasi ini diperparah oleh kendurnya perdagangan dan penutupan infrastruktur vital akibat konflik yang tak kunjung usai.

Arab Saudi menegaskan bahwa keterlibatan mereka bukan untuk kepentingan militer, melainkan semata-mata untuk membuka ruang negosiasi politik yang dapat mengarah pada gencatan senjata. Pernyataan ini bertujuan menenangkan kekhawatiran terhadap campur tangan militer asing yang berpotensi memperpanjang perang.

Menurut Mureks, sejumlah diplomat menilai langkah Riyadh ini bisa menjadi momen penting bagi upaya perdamaian di Yaman yang telah terpuruk sejak konflik besar dimulai lebih dari satu dekade lalu. Mereka berharap dukungan Saudi dapat mempengaruhi kelompok bersenjata untuk setidaknya menghentikan pertempuran sementara pembicaraan damai berlangsung.

Namun, analis geopolitik memperingatkan bahwa proses negosiasi tetap kompleks karena banyaknya aktor dengan kepentingan berbeda di wilayah tersebut. Kelompok lokal terkadang sulit diajak kompromi, dan setiap pihak memiliki tuntutan yang kontradiktif. Beberapa pihak juga menyoroti peran Iran yang selama ini memberi dukungan terhadap beberapa faksi di Yaman, sehingga dinamika regional menjadi lebih rumit. Upaya Saudi dipandang sebagai bagian dari manuver diplomatik yang lebih luas antara kekuatan besar di Timur Tengah.

Terlepas dari dinamika geopolitik, warga sipil tetap menjadi pihak yang paling terpukul oleh konflik berkepanjangan ini. Banyak yang berharap inisiatif diplomatik baru bisa membawa jeda yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi penderitaan manusia. Arab Saudi dan Yaman diperkirakan akan segera memulai putaran pembicaraan untuk mengevaluasi kemungkinan gencatan senjata dan langkah-langkah konkret menuju penyelesaian konflik. Upaya ini menjadi salah satu inisiatif diplomatik yang paling diawasi di kawasan pada awal 2026.

Mureks