Sabtu, 10 Januari 2026 – Gigabyte, produsen perangkat keras komputer terkemuka, mengumumkan terobosan signifikan dalam teknologi monitor OLED pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perusahaan ini memperkenalkan monitor gaming OLED terbarunya yang diklaim mampu mengatasi salah satu kendala utama teknologi OLED: masalah reduksi kecerahan otomatis atau Auto Brightness Limiter (ABL).
Inovasi ini hadir melalui fitur HDR baru bernama ‘HyperNits’ yang dirancang khusus untuk menangani isu Average Picture Level (APL) pada panel OLED. Menurut laporan dari KitGuru, HyperNits menjanjikan peningkatan tingkat kecerahan secara keseluruhan tanpa menyebabkan ‘blowing out highlights’ atau detail terang yang berlebihan.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Mengapa Reduksi Kecerahan Menjadi Masalah?
ABL adalah mekanisme perlindungan yang ada pada monitor OLED untuk mencegah burn-in (gambar membekas) dan mengurangi konsumsi daya. Fitur ini akan aktif ketika area terang memenuhi sebagian besar layar (tingkat APL tinggi). Akibatnya, pengguna sering kali mengalami penurunan kecerahan layar yang terasa mengganggu, terutama dalam skenario gaming atau menonton film yang sering beralih antara adegan gelap dan terang.
Kondisi ini menjadi salah satu keunggulan utama monitor mini-LED dibandingkan OLED. Meskipun ABL juga ada pada mini-LED, efeknya tidak seagresif pada panel OLED. Hal ini terlihat jelas dalam pengalaman penggunaan, di mana mini-LED mampu mempertahankan kecerahan yang konsisten bahkan saat APL mencapai 100%.
HyperNits dan Tandem OLED: Solusi Ganda Gigabyte
Gigabyte mengklaim bahwa fitur HyperNits dapat meningkatkan kecerahan monitor OLED hingga ‘30% lebih tinggi’ saat diaktifkan. Peningkatan konsistensi kecerahan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman visual yang lebih stabil dan imersif bagi para gamer dan profesional.
Selain HyperNits, monitor baru Gigabyte, termasuk model MO27Q28GR, juga mengadopsi panel Tandem OLED. Teknologi ini merupakan pengembangan penting yang meningkatkan tingkat kecerahan, efisiensi daya, dan secara signifikan mengurangi risiko burn-in dengan menumpuk dua lapisan OLED menjadi satu. Catatan Mureks menunjukkan, kombinasi kedua inovasi ini berpotensi menjadi lompatan besar bagi masa depan teknologi layar OLED.
Implikasi Terhadap Persaingan OLED dan Mini-LED
Selama ini, panel OLED dikenal unggul dalam menyajikan warna hitam pekat yang sempurna, memberikan imersi luar biasa terutama untuk gaming. Namun, mini-LED memiliki keunggulan dalam mempertahankan tingkat kecerahan tinggi secara konsisten, sebuah area di mana OLED masih menghadapi tantangan APL.
Jika kombinasi Tandem OLED dan HyperNits dari Gigabyte benar-benar mampu mengatasi keterbatasan kecerahan tersebut, maka monitor OLED dapat semakin jauh meninggalkan mini-LED. Inovasi ini berpotensi menghilangkan satu-satunya keunggulan signifikan yang dimiliki mini-LED atas OLED, mengubah lanskap persaingan di pasar monitor premium.
CES 2026 yang akan segera berakhir ini telah menjadi panggung bagi berbagai pengumuman besar di dunia teknologi. Perkembangan dari Gigabyte ini menjadi salah satu sorotan utama yang patut dicermati oleh para penggemar teknologi dan industri.






