Keuangan

Friderica OJK: “Love Scam Sulit Disembuhkan”, Korban Rugi Rp 49,19 Miliar dan Luka Emosional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti modus penipuan digital yang dikenal sebagai love scam, yang sepanjang tahun 2025 telah menyebabkan kerugian fantastis mencapai Rp 49,19 miliar. Modus ini secara spesifik mengandalkan manipulasi emosi korban untuk mengeruk keuntungan finansial.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa pelaku membangun hubungan palsu secara bertahap demi menciptakan keterikatan emosional yang kuat dengan targetnya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

“Para korban ini dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau relationship, kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela men-transfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus, spesial dengan lawan jenis atau siapa pun,” jelas Friderica dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Kerugian Finansial dan Dampak Psikologis Mendalam

Data yang dihimpun Indonesia Anti-Scam Center (IASC) hingga akhir 2025 menunjukkan, terdapat 3.494 laporan terkait love scam. Angka ini menegaskan bahwa love scam, yang juga dikenal sebagai relationship scam atau romance scam, merupakan bentuk kejahatan finansial digital yang terus meningkat.

Menurut Friderica, dorongan emosional yang kuat seringkali membuat korban tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi target penipuan, berujung pada hilangnya uang dalam jumlah besar. Lebih dari sekadar kerugian finansial, manipulasi emosional yang berkepanjangan juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi para korban.

“Modus love scam ini juga salah satu yang sulit disembuhkan karena melibatkan emosi secara mendalam,” tambah Friderica, yang akrab disapa Kiki.

Sindikat Internasional Terbongkar di Yogyakarta

Di tengah maraknya kasus ini, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta berhasil membongkar dugaan sindikat love scamming jaringan internasional. Operasi tangkap tangan dilakukan di kantor PT Altair Trans Service, Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (5/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sindikat ini diketahui memanfaatkan aplikasi kencan daring, khususnya kloningan dari platform asal China bernama WOW, untuk menjerat korban dari berbagai negara. Para pegawai perusahaan dipekerjakan sebagai admin percakapan, berperan sebagai perempuan, dan disesuaikan dengan negara asal korban.

Modus operandi mereka adalah membujuk korban untuk membeli koin atau melakukan top up guna mengirim gift di dalam aplikasi. Setelah itu, pelaku secara bertahap mengirimkan konten berupa foto dan video bermuatan pornografi. Catatan Mureks menunjukkan, korban sindikat ini berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

Perhatian Global terhadap Love Scam

Friderica menambahkan, fenomena love scam juga menjadi perhatian serius di tingkat global. Modus penipuan ini telah dibahas dalam Komite 8 International Organization of Securities Commissions (IOSCO), sebuah forum yang berfokus pada perlindungan konsumen. Love scam diidentifikasi sebagai tren kejahatan finansial digital yang meningkat secara global dan memiliki sifat lintas negara.

Mureks