Florida sedang mempertimbangkan undang-undang baru yang akan secara signifikan memperketat aturan penggunaan perangkat komunikasi nirkabel saat berkendara. Rancangan undang-undang ini akan melarang pengemudi memegang ponsel atau perangkat serupa, bahkan saat berhenti di lampu merah, dengan ancaman denda dan penangguhan surat izin mengemudi (SIM).
Latar Belakang dan Cakupan RUU
Rancangan Undang-Undang (RUU) SB 1152 ini diajukan oleh Senator Partai Republik Erin Grall pada pekan ini. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas cakupan undang-undang berkendara bebas genggam yang sudah ada di negara bagian berjuluk “Sunshine State” tersebut. Saat ini, berkirim pesan saat mengemudi sudah menjadi pelanggaran utama di Florida.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Di bawah perubahan yang diusulkan, sekadar memegang atau meletakkan ponsel, tablet, laptop, perangkat pesan dua arah, atau bahkan perangkat game elektronik yang mampu menampilkan gambar atau video di pangkuan saat mengemudi, dapat menjadi alasan sah untuk diberhentikan polisi. Definisi “perangkat komunikasi nirkabel” dalam legislasi ini sangat luas, mencakup hampir semua perangkat berlayar yang dipegang saat kendaraan beroperasi.
Sanksi dan Tanggal Efektif
Jika disetujui oleh Legislatif Florida dan ditandatangani oleh Gubernur Ron DeSantis, undang-undang bebas genggam yang diperluas ini akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Sanksi akan lebih ketat di zona sekolah dan konstruksi. Pelanggar pertama kali akan menghadapi denda sebesar 150 dolar AS dan tiga poin pada SIM mereka.
Pelanggaran kedua akan meningkatkan denda menjadi 250 dolar AS. Sementara itu, pelanggaran ketiga dapat mengakibatkan denda 500 dolar AS, empat poin pada SIM, dan penangguhan SIM selama 90 hari.
Pro dan Kontra di Masyarakat
Reaksi terhadap RUU ini bervariasi, tergantung siapa yang ditanya. Para pendukung berpendapat langkah ini sudah lama tertunda. Catatan Mureks menunjukkan, data dari Departemen Keselamatan Jalan Raya dan Kendaraan Bermotor Florida melaporkan lebih dari 103.500 kecelakaan pada tahun 2024 melibatkan pengemudi yang terganggu.
Para advokat mengatakan bahwa memaksa pengemudi untuk sepenuhnya bebas genggam dapat mengurangi tabrakan dari belakang, meningkatkan waktu reaksi, dan membatasi gangguan visual yang terjadi saat pengemudi melirik ke pangkuan mereka.
Namun, tidak semua orang yakin. Beberapa pengemudi yang diwawancarai oleh WPTV menyatakan kekhawatiran bahwa RUU tersebut terlalu jauh, terutama saat berhenti di lampu merah atau menanggapi situasi darurat yang melibatkan anggota keluarga.
Potensi Celah dan Pengecualian
Secara khusus, teks RUU tidak merujuk pada perangkat yang terpasang. Misalnya, polisi sering memiliki laptop yang terpasang di dasbor mereka dan menggunakannya secara teratur. Berdasarkan RUU tersebut, tampaknya warga biasa juga dapat memasang perangkat apa pun, termasuk ponsel atau tablet, ke dasbor mereka dan menggunakannya, selama mereka tidak berkirim pesan.
Ini dapat memberikan kelegaan bagi individu yang ingin mengganti trek musik, memutar buku audio, mendengarkan podcast, atau menerima panggilan telepon bebas genggam saat berada di kendaraan mereka. Penting juga, RUU ini berisi pengecualian bagi siapa pun yang menggunakan ponsel mereka untuk melaporkan aktivitas kriminal atau mencurigakan.






