Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi melemah pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Proyeksi ini disampaikan setelah IHSG ditutup menguat pada sesi sebelumnya, namun diiringi aksi jual signifikan oleh investor asing.
Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan, “IHSG berpotensi koreksi wajar pada perdagangan saham Selasa pekan ini.” Menurut Fanny, IHSG akan bergerak di level support 8.780-8.800 dan level resistance 8.880-8.900.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Kinerja IHSG dan Sentimen Pasar
Pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19, mencatatkan level tertinggi sepanjang masa. Penguatan ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke level 859,77. Namun, Mureks mencatat bahwa kenaikan tersebut disertai aksi jual saham oleh investor asing senilai Rp 9,98 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BUMI, MEDC, BBRI, EMAS, dan JPFA.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, menjelaskan, “Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga.”
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen secara bulanan (mtm) dan 2,92 persen secara tahunan (yoy). Laju inflasi sepanjang 2025 dinilai tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 hingga 3,5 persen, memberikan optimisme bagi pelaku pasar.
Sementara itu, riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak sideways didorong sentimen pasar global dan regional yang cenderung bervariasi. Pada Selasa pagi, indeks Kospi diperdagangkan melemah 1,03 persen, sedangkan indeks Nikkei dibuka menguat 1,02 persen.
Dinamika Ekonomi Global
Pelaku pasar global cenderung mengabaikan kekhawatiran geopolitik pasca serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Fokus investor beralih ke data ekonomi China yang menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di zona ekspansif. Survei sektor swasta mencatat aktivitas bisnis China bertahan ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut, dengan indeks Desember 2025 di level 52,0, sedikit menurun dari November 2025 (52,1).
Data ini mencerminkan dukungan dari aktivitas sektor jasa yang lebih kuat serta peningkatan kembali produksi pabrik. Presiden China Xi Jinping juga mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 4.010.984 transaksi dengan volume 70,26 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan. Di kawasan Asia, bursa regional juga bergerak positif, dengan Nikkei melonjak 2,97 persen, Shanghai Composite naik 1,38 persen, dan Strait Times menguat 0,52 persen.
Rekomendasi Saham Pilihan
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman dari BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan:
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): Spec Buy dengan area beli di 590, cutloss di bawah 560. Target dekat di 615-650.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Spec Buy dengan area beli di 1260-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1290-1310.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 615. Target dekat di 635-645.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Spec Buy dengan area beli di 30750-30800, cutloss di bawah 30500. Target dekat di 31000-31300.
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Buy if Break 1725, dengan target jual dekat di 1745-1775. Cutloss di bawah 1700.
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Spec Buy dengan area beli di 2240-2270, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2310-2380.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.






