Internasional

Dunia Mengecam: Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Trump Picu Reaksi Keras Global

Sejumlah negara di dunia melayangkan kecaman keras terhadap tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1) pekan lalu. Insiden ini memicu kekhawatiran global atas pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Trump sendiri mengklaim di platform Truth Social bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri setelah operasi yang disebutnya dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Serangan di Venezuela pada Sabtu (3/1) tersebut dianggap sebagai eskalasi dramatis yang telah lama dikhawatirkan. Pemerintah Venezuela menolak dan mengecam tindakan ini di hadapan komunitas internasional, menegaskan adanya pelanggaran kedaulatan negara mereka.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Rusia

Moskow sangat prihatin dan mengutuk tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela yang dilakukan oleh AS, seperti dilansir Al Jazeera. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, “Dalam situasi saat ini, penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi tersebut melalui dialog.” Mereka menambahkan, “Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinan mereka dalam membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara.” Penangkapan Maduro dan istrinya juga disebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara merdeka yang tidak dapat diterima.

China

China juga menyatakan tindakan Trump menangkap Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional. Kementerian Luar Negeri China, mengutip AFP pada Minggu (4/1), menyebutnya sebagai “Pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.” China mendesak Trump segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta menjamin keselamatan pribadi mereka. “Hentikan menjatuhkan Pemerintah Venezuela,” tegas Kemenlu China.

Korea Utara

Korea Utara mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela oleh AS, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita KNCA, mengatakan mereka dengan tegas mengecam tindakan AS yang mencari dominasi di Venezuela. “Peristiwa ini sekali lagi dengan jelas menunjukkan sifat AS yang brutal dan bertindak seperti negara bandit,” demikian pernyataan jubir Kemenlu Korut, melansir AFP pada Minggu (4/1). Penggerebekan ini dianggap sebagai skenario terburuk bagi kepemimpinan Korut, yang sejak lama menuduh Washington berupaya menyingkirkan pemerintahannya dari kekuasaan.

Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melalui media sosial X menulis, “Yang penting adalah ketika seseorang menyadari musuh ingin memaksakan sesuatu pada pemerintah atau negaranya dengan klaim palsu, mereka harus berdiri teguh melawan musuh tersebut.” Ia melanjutkan, “Kita tidak akan menyerah kepada mereka. Dengan mengandalkan Tuhan dan percaya pada dukungan rakyat, kita akan membuat musuh bertekuk lutut.” Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan terpisah juga “mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah negara tersebut”.

Brasil

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengutuk pemboman AS dan penangkapan Maduro sebagai tindakan yang melampaui “batas yang tidak dapat diterima.” Lula menulis di X, “Menyerang negara lain, yang terang-terangan melanggar hukum internasional, adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat mengalahkan multilateralisme.” Ia menambahkan, serangan AS itu mengingatkan pada “momen-momen campur tangan terburuk” dalam politik Amerika Latin, yang mengancam perdamaian di seluruh kawasan. “Masyarakat internasional, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, perlu menanggapi episode ini dengan tegas,” katanya.

Selain negara-negara tersebut, pantauan Mureks mencatat bahwa sejumlah negara lain juga menolak penangkapan Maduro, seperti dikutip Al Jazeera:

  • Kolumbia
  • Bolivia
  • Trinidad dan Tobago
  • Ekuador
  • Uruguay
  • Chile
  • Panama
  • Meksiko
  • Perancis
  • Malaysia
  • Indonesia

Kecaman global ini menggarisbawahi kekhawatiran serius komunitas internasional terhadap tindakan unilateral yang melanggar kedaulatan negara dan berpotensi memicu ketidakstabilan regional.

Mureks