KUWAIT CITY, Mureks – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengukuhkan dominasinya di kancah sepak bola Prancis setelah menaklukkan rival abadi mereka, Olympique Marseille, dalam drama adu penalti di ajang Trofi Juara Prancis. Laga yang berlangsung di Kuwait pada Jumat (9/1) dini hari WIB ini berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan PSG di babak tos-tosan, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu normal usai.
Kiper muda PSG, Lucas Chevalier, menjadi bintang lapangan sekaligus pahlawan kemenangan. Penjaga gawang berusia 24 tahun itu sukses menggagalkan dua eksekusi penalti dari pemain Marseille, Matt O’Riley dan Hamed Traore. Kemenangan PSG kemudian dipastikan oleh sepakan penentu dari Desire Doue.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Jalannya Pertandingan Penuh Drama
PSG mengawali pertandingan dengan performa meyakinkan. Ousmane Dembele, peraih Ballon d’Or, membuka keunggulan Les Parisiens melalui penyelesaian akhir yang cerdik, melambungkan bola melewati kiper Marseille, Geronimo Rulli. Tak lama berselang, PSG nyaris menggandakan keunggulan, namun refleks cepat Rulli berhasil menepis peluang Nuno Mendes.
Di bawah mistar gawang, Chevalier juga menunjukkan kualitasnya. Ia berhasil menggagalkan peluang emas Emerson setelah pertandingan berjalan setengah jam. Penyelamatan gemilang lainnya terjadi saat ia secara luar biasa menepis sundulan Igor Paixao mendekati satu jam laga.
Namun, 15 menit menjelang akhir waktu normal, jalannya pertandingan berubah drastis. Chevalier melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang yang berujung pada hadiah penalti untuk Marseille setelah tinjauan VAR. Mason Greenwood, mantan penyerang Manchester United, dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut untuk menyamakan kedudukan.
Drama belum berakhir. Tiga menit menjelang laga usai, kesalahan sapuan bek tengah PSG, Willian Pacho, justru mengecoh Chevalier dan membuat Marseille berbalik unggul 2-1. Trofi pertama Marseille sejak Piala Liga Prancis 2012 pun tampak di depan mata.
Namun, PSG menolak menyerah. Pada menit kelima masa tambahan waktu, Goncalo Ramos berhasil menyambar umpan silang akurat dari Bradley Barcola, memaksa skor imbang 2-2 dan membawa pertandingan ke babak adu penalti.
Usai pertandingan, Lucas Chevalier mengungkapkan tekadnya. “Ketika tertinggal 2-1 di menit ke-85, Anda bertanya-tanya apakah ada yang salah. Tapi saya tahu, jika pertandingan berlanjut ke penalti, kami akan menang karena hari ini saya sangat bertekad membawa tim meraih kemenangan,” ujar Chevalier kepada Ligue1+. “Saya bahagia untuk diri saya sendiri dan untuk PSG,” tambah mantan kiper Lille tersebut.
Dominasi PSG dan Kontroversi Lokasi
Kemenangan ini memperpanjang rekor PSG sebagai pemilik gelar terbanyak Trofi Juara Prancis dengan total 14 trofi. Namun, Mureks mencatat bahwa laga ini berlangsung dalam atmosfer yang kurang meriah akibat minimnya kehadiran suporter kedua tim. Para pendukung dikabarkan keberatan dengan biaya perjalanan ke Timur Tengah.
Ketidakpuasan pendukung Marseille bahkan sempat tergambar jelas melalui sebuah spanduk yang dibentangkan di Stadion Velodrome akhir pekan lalu. Spanduk tersebut berbunyi: “FCT 2026 di Kuwait. Dan 2027, di bulan?”—sebuah sindiran tajam atas lokasi pertandingan yang dianggap terlalu jauh.
Trofi Juara Prancis, yang mempertemukan juara Ligue 1 dan pemenang Piala Prancis, memang kerap berpindah-pindah negara. Hal ini merupakan bagian dari upaya federasi sepak bola Prancis untuk mempromosikan Ligue 1 ke mancanegara. Edisi-edisi sebelumnya pernah digelar di Kanada, China, Gabon, Israel, Qatar, Amerika Serikat, Maroko, hingga Austria.
Fokus Kembali ke Kompetisi Domestik dan Eropa
Usai meraih gelar ini, PSG dan Marseille akan kembali memfokuskan diri pada kompetisi domestik. Pekan depan, keduanya dijadwalkan tampil di Piala Prancis. Setelah itu, PSG yang saat ini menempati posisi kedua Ligue 1, hanya satu poin di bawah Lens, akan menjamu Lille. Sementara itu, Marseille, yang tertinggal tujuh poin dari PSG di peringkat ketiga, akan bertandang ke markas Angers.
Di kancah Eropa, PSG juga berambisi mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions. Juara bertahan tersebut kini berada di peringkat ketiga fase liga dengan dua laga tersisa. Di sisi lain, Marseille menempati posisi ke-16 dan masih berjuang untuk menembus zona play-off Liga Champions.






