Internasional

Donald Trump: “Itu Bisa Saja Terjadi,” Militer AS Berpotensi Bunuh Maduro Saat Penangkapan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa militer AS memiliki potensi untuk menewaskan Presiden Venezuela Nicolás Maduro saat penangkapan jika situasi mengharuskan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump menyusul insiden penangkapan Maduro di Venezuela, di mana ia disebut berupaya melarikan diri ke sebuah ruangan berlapis baja.

Dalam konferensi pers di kediamannya di Florida, Minggu (4/1/2026), Trump menegaskan, “Itu bisa saja terjadi,” merujuk pada kemungkinan pembunuhan Maduro oleh pasukan AS. Menurut pantauan Mureks, Trump juga menjelaskan detail upaya pelarian Maduro. “Dia mencoba masuk ke tempat yang aman. Anda tahu, tempat yang aman itu terbuat dari baja, dan dia tidak bisa sampai ke pintu karena pasukan kita sangat cepat,” ujar Trump, seperti dilansir CNN.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Trump mengulang bagaimana militer AS berhasil menembus perlawanan dengan sangat cepat, meskipun ia mengakui adanya perlawanan sengit. “Orang-orang bertanya-tanya, apakah kita akan mengejutkan mereka? Agak mengejutkan, tetapi mereka menunggu sesuatu. Ada banyak perlawanan. Ada banyak tembakan,” paparnya.

Maduro dilaporkan berada di atas kapal USS Iwo Jima setelah penangkapannya. Sesaat sebelum konferensi pers dimulai, Trump bahkan memposting foto Maduro dalam tahanan AS.

Venezuela Kecam Serangan dan Siapkan Pertahanan Komprehensif

Di sisi lain, Venezuela menuduh AS melakukan serangan terhadap daerah permukiman sipil dalam serangkaian operasi untuk menangkap Maduro. Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, melalui pernyataan video yang dibagikan di media sosial pada Sabtu (3/1/2026), mengecam tindakan tersebut.

“Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil,” tegas Lopez, seperti dikutip AFP. Lopez menambahkan bahwa negara Amerika Selatan itu akan meluncurkan “pengerahan besar-besaran semua kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal… untuk pertahanan komprehensif” guna menghadapi intervensi AS.

Mureks