Teknologi

Dominasi AI Google Dorong Alphabet Lampaui Apple dalam Valuasi Pasar, Nvidia Tetap Puncak

Alphabet, induk perusahaan Google, secara resmi melampaui Apple dalam hal valuasi pasar untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Pencapaian ini mendorong perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat, tersebut turun ke peringkat ketiga dalam daftar perusahaan publik paling berharga di Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, saham Alphabet menguat 2,5%, membawa kapitalisasi pasarnya mencapai USD 3,892 triliun. Sebaliknya, saham Apple mengalami pelemahan lebih dari 4% dalam lima hari terakhir, menyebabkan valuasinya merosot ke USD 3,863 triliun.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Pergeseran posisi ini menandai kembalinya Alphabet ke posisi kedua perusahaan AS dengan valuasi terbesar, sebuah capaian yang terakhir kali terjadi pada Februari 2018. Sementara itu, puncak klasemen perusahaan paling berharga di AS masih kokoh dikuasai oleh Nvidia, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 4,6 triliun.

Strategi AI Google Mendorong Kenaikan Signifikan

Catatan Mureks menunjukkan, sepanjang tahun 2025, saham Alphabet melonjak drastis hingga 66%. Kenaikan ini jauh melampaui performa saham Apple yang hanya sekitar 9% pada periode yang sama. Banyak investor menilai perbedaan kinerja signifikan ini dipicu oleh kontras strategi dan eksekusi kecerdasan buatan (AI) yang diterapkan kedua raksasa teknologi tersebut.

Google menunjukkan agresivitas luar biasa sepanjang 2025 dalam meluncurkan dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam berbagai produknya. Model gambar Gemini 2.5 Flash yang dirilis pada Agustus lalu sempat menjadi viral berkat kemampuannya menghasilkan visual fotorealistik yang memukau. Aplikasi Gemini juga menjadi salah satu aplikasi iPhone paling banyak diunduh tahun ini, didukung oleh integrasi AI yang semakin luas di ekosistem Google.

Di sektor infrastruktur, Google memperkenalkan akselerator AI TPU v7 Ironwood sebagai alternatif chip Nvidia. Langkah ini disusul dengan perilisan Gemini 3 dan kerja sama strategis dengan Pentagon untuk pengembangan platform AI militer. Bisnis cloud Google juga mencatat lonjakan signifikan, dengan kontrak bernilai lebih dari USD 1 miliar sepanjang 2025 hingga kuartal ketiga, melampaui total pendapatan dua tahun sebelumnya.

Apple Dinilai Tertinggal dalam Inovasi AI

Berbeda dengan Google, Apple dinilai masih tertinggal dalam eksekusi AI. Versi Siri berbasis AI yang telah diumumkan sejak tahun 2024 belum juga dirilis dan terus mengalami penundaan berulang. Produk Apple Intelligence juga menuai kritik karena dinilai kurang akurat dan tidak sekompetitif solusi AI dari para rivalnya. Bahkan, sempat terjadi insiden rangkuman berita palsu yang dihasilkan oleh Siri, menambah daftar tantangan Apple di ranah AI.

Meski terjadi pergeseran posisi antara Alphabet dan Apple, kedua perusahaan ini masih terpaut cukup jauh dari Nvidia. Perusahaan semikonduktor tersebut terus diuntungkan oleh ledakan kebutuhan komputasi AI global yang tak terbendung, demikian dikutip dari Techspot.

Mureks