Tren

Disdikbud Aceh Tamiang Pastikan Tenda Darurat Siap Tampung Siswa Enam Sekolah Terdampak Banjir

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang memastikan telah menyiapkan tenda sebagai sekolah darurat bagi enam unit sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.

“Saat ini tenda tersebut telah di pasang dan untuk sekolah lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang sedang dalam proses pembersihan lumpur sisa banjir,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, saat dihubungi di Banda Aceh pada Jumat (2/1).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Menurut data sementara yang dihimpun, beberapa sekolah yang akan memanfaatkan tenda darurat meliputi SD N 1 Babo yang atapnya ambruk, SD N Alur Jambu yang tertutup lumpur tebal, SMP Babo yang mengalami kerusakan berat dan lumpur tebal, serta SD Swasta dan SMP Swasta Dharma Patra yang juga dipenuhi lumpur tebal.

Kasus khusus terjadi pada SD Sekumur, di mana bangunan sekolah tersebut hilang tersapu banjir bandang. Untuk sekolah ini, tenda darurat telah dipasang di daerah pengungsian. Sepriyanto menjelaskan, “Sekolah darurat SD Sekumur berada di daerah pengungsian sehingga mendekatkan siswa untuk ke sekolah.”

Pembersihan lumpur di seluruh sekolah terus digencarkan dengan target proses belajar mengajar dapat dimulai pada Senin, 5 Januari 2026. “Artinya, untuk saat ini pembersihan terus dilakukan untuk sekolah yang rusak berat dan yang belajar sementara di sekolah lainnya,” tambah Sepriyanto.

Secara umum, kondisi sekolah di Aceh Tamiang masih berlumpur. Pihak Disdikbud bersama jajaran dan bantuan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh berupaya mempercepat pembersihan agar seluruh siswa dapat kembali bersekolah sesuai jadwal. “Untuk saat ini secara umum sekolah di Aceh Tamiang masih berlumpur dan pihaknya bersama seluruh jajaran termasuk bantuan dari ASN Pemerintah Aceh akan mempercepat pembersihan sekolah sehingga seluruh siswa dapat bersekolah pada Senin (5/1),” tegasnya.

Mureks mencatat bahwa berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, dari total 459 unit sekolah di daerah itu, 65 unit tidak terdampak, sementara 394 unit lainnya terdampak banjir bandang dan longsor. Dari jumlah yang terdampak, 47 unit mengalami rusak ringan, 269 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak berat. Pihak Disdikbud juga akan terus memantau perkembangan kegiatan belajar dan mempertimbangkan penambahan tenda jika diperlukan.

Mureks