Film drama romantis bertajuk “Rewind” (2024) yang dibintangi pasangan selebriti Dingdong Dantes dan Marian Rivera, menawarkan narasi menyentuh tentang kesempatan kedua dan penyesalan mendalam. Disutradarai oleh Mae Cruz-Alviar, film berdurasi 112 menit ini mengajak penonton menyelami perjalanan emosional seorang suami yang berjuang memperbaiki masa lalunya.
Kisah John dan Mary: Ambisi yang Merusak Rumah Tangga
Dalam “Rewind”, Dingdong Dantes memerankan John Nunez, seorang pegawai kantoran yang dikenal rajin namun memiliki sisi dingin secara emosional. Obsesinya terhadap promosi jabatan mengubahnya menjadi sosok workaholic, menjauhkannya dari keluarga. Sementara itu, Marian Rivera tampil sebagai Mary Nunez, istri John yang rela mengorbankan karier cemerlangnya sebagai calon chef demi fokus menjadi ibu rumah tangga. Perubahan karakter John dari pria berorientasi keluarga menjadi terobsesi karier juga divisualisasikan melalui versi muda John yang diperankan oleh Jeremiah Cruz.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kisah film ini bermula dari keretakan rumah tangga John dan Mary yang, di permukaan, tampak baik-baik saja. Puncak konflik terjadi ketika John memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah atasannya, Hermie (Ariel Ureta), justru mempromosikan rekan kerjanya, Vivian (Sue Ramirez), ke posisi yang sangat ia incar. Kekecewaan dan amarah melingkupi John, membuatnya larut dalam ego.
Situasi semakin memburuk ketika Vivian mendatangi John di kantor, dan sebuah ciuman terjadi, menandai awal dari kesalahan fatal. Keesokan harinya, pertengkaran hebat tak terhindarkan antara John dan Mary. Mary mengetahui perselingkuhan tersebut setelah melihat rekaman video yang dibuat oleh rekan kerja John, Hannah (Ina Feleo).
Tragedi dan Kesempatan Kedua yang Mustahil
Di tengah emosi yang memuncak, John mengemudi tanpa fokus. Pada pukul 3:00 sore, kecelakaan tragis terjadi, merenggut nyawa Mary. Peristiwa ini menjadi titik balik paling menyakitkan dalam hidup John. Kehilangan istrinya membuat keluarga mereka hancur lebur. Austin, putra mereka, terpaksa pindah dan tinggal bersama sang nenek, Leonora (Coney Reyes), sementara John terperangkap dalam kesepian, menenggelamkan diri dalam alkohol, rokok, dan kenangan pahit tentang kehidupan yang tak bisa ia ulang.
Suatu malam, dalam kondisi mabuk, John bertemu dengan Jess (Pepe Herrera), seorang teknisi listrik dari sekolah Austin yang akrab disapa Lods. Penampilan Jess yang mirip Yesus menarik perhatian John. Dari Lods, John mengetahui fakta mengejutkan bahwa Mary sempat menyewa Jess untuk pesta ulang tahunnya sebagai kejutan. Percakapan mereka kemudian berubah menjadi momen spiritual ketika Lods menawarkan sebuah kesempatan mustahil: kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Mary dan memperbaiki semua kesalahan. Namun, ada satu syarat berat, yaitu seseorang harus meninggal di hari itu. Tanpa ragu, John menawarkan nyawanya sendiri.
Perjalanan John Memperbaiki Masa Lalu
John pun kembali ke hari pesta ulang tahun Hermie, momen krusial yang menjadi awal dari semua kehancuran. Kali ini, ia memilih untuk bersikap berbeda. Ia menerima dengan tenang kenyataan tidak dipromosikan, menolak pendekatan Vivian, serta mencegah Hannah merekam situasi yang berpotensi merusak rumah tangganya. Lebih dari itu, John juga memperbaiki hubungannya dengan sang ayah, Tatay Nestor (Lito Pimentel), dan memberikan restu kepada Austin untuk mengejar mimpinya sebagai pianis. Ia bahkan mendorong Mary untuk menikmati waktu bersama dan mengejar kebahagiaannya sendiri.
Mureks merangkum, film ini tidak hanya menyajikan drama romantis, tetapi juga refleksi mendalam tentang prioritas hidup, konsekuensi pilihan, dan kekuatan cinta yang mampu melampaui waktu. Skenario yang ditulis oleh Enrico C. Santos dan Joel Mercado berhasil merangkai alur cerita yang penuh emosi dan pesan moral.
Selain Dingdong Dantes dan Marian Rivera, film ini juga didukung oleh jajaran aktor lain seperti Via Antonio sebagai Bridgette dan Joross Gamboa sebagai Lucio, yang turut memperkaya dinamika cerita.





