Pemerintah Kolombia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam upaya memerangi perdagangan narkoba. Sikap ini disampaikan di tengah ancaman operasi militer yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump terhadap negara tersebut.
Menteri Dalam Negeri Kolombia, Armando Benedetti, menyatakan bahwa pemerintah Kolombia telah secara resmi memberitahu Washington mengenai komitmen tersebut. Menurut Benedetti, upaya pemberantasan narkoba akan terus berjalan dengan memanfaatkan dukungan intelijen dan teknologi dari Amerika Serikat. Pantauan Mureks mencatat bahwa kerja sama ini menjadi krusial di tengah peningkatan tekanan AS.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Benedetti menjelaskan, operasi pemberantasan narkoba Kolombia akan menargetkan laboratorium narkoba, organisasi kriminal, serta kamp-kamp yang mereka gunakan. Fokus penindakan juga akan diperkuat di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Kolombia-Venezuela.
Menteri Kehakiman Kolombia, Andres Idarraga, turut menegaskan, “Kami akan terus menekankan perang melawan kejahatan ini, khususnya di perbatasan Kolombia-Venezuela.”
Pemerintah Kolombia mengkritik pernyataan Trump, menilai setiap potensi operasi militer Amerika Serikat di wilayahnya sebagai bentuk campur tangan yang tidak semestinya. Meski demikian, Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, justru melihat situasi ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama internasional dalam memberantas perdagangan narkoba.
Tekanan dari Amerika Serikat terhadap Kolombia meningkat seiring melonjaknya penanaman daun koka, bahan baku utama kokain, dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemerintahan Presiden Gustavo Petro mengklaim telah mencatat penyitaan kokain dalam jumlah tertinggi sepanjang sejarah, termasuk hampir 1.000 metrik ton sepanjang tahun 2025.
Trump Ancam Serang Kolombia
Ancaman operasi militer terhadap Kolombia disampaikan Presiden AS Donald Trump di atas Pesawat Air Force One pada Minggu (4/1) lalu. Saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan tindakan militer, Trump menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Tidak hanya itu, Trump juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro. “Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya lama lagi,” ujar Trump.






