Nasional

Di Balik Gemerlap Pesta Kembang Api: Kisah Sunyi Pedagang Kaki Lima di Malam Tahun Baru 2026

Jalanan kota dipenuhi sorak sorai dan tawa, menanti dentuman kembang api yang akan menerangi langit. Kendaraan berlalu-lalang, membawa warga yang ingin merayakan pergantian tahun bersama orang terkasih. Namun, di sudut-sudut kota, ada kisah lain yang jarang tersorot: para pedagang kaki lima yang tetap setia di balik gerobak sederhana mereka.

Bagi sebagian besar, malam Tahun Baru identik dengan hitung mundur, perayaan meriah, dan pengeluaran besar. Namun, bagi para pedagang ini, malam pergantian tahun adalah momen penting untuk menambah pemasukan. Mereka menanti pembeli terakhir, berharap dagangan habis terjual demi rezeki yang lebih baik.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Perjuangan di Tengah Keramaian

Aroma makanan hangat bercampur dengan asap kendaraan yang melintas, menciptakan kontras yang unik. Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus bergerak, malam Tahun Baru pedagang kaki lima menjadi potret perjuangan yang sunyi. Mereka adalah bagian dari keramaian, namun kisah mereka sering terlewatkan, padahal dari sanalah banyak keluarga menggantungkan hidup.

Pantauan Mureks di beberapa titik keramaian, termasuk Alun-Alun Simpang Lima Pati, menunjukkan bahwa para pedagang tetap berdiri tegak, tangan mereka tak henti menyajikan pesanan. Lampu jalan dan lampu gerobak menjadi penerang di tengah kegelapan, simbol harapan yang tak pernah padam.

Suara petasan mulai terdengar, bermunculan satu per satu. Sebagian pedagang menoleh sekilas, namun tak ada waktu untuk larut dalam suasana. Mereka tetap fokus pada pekerjaan, menatap penuh harap. Harapan kecil agar dagangan laku, agar esok bisa pulang membawa rezeki lebih untuk keluarga, dan agar kesehatan tetap terjaga. Harapan-harapan ini mungkin tak terucap, namun tersimpan dalam diam yang penuh doa.

Ketika waktu menunjukkan lewat tengah malam, satu per satu gerobak mulai menghilang. Rasa lelah menyelimuti, namun ada rasa lega yang dibawa karena hari itu berhasil dilalui. Tahun berganti tanpa perayaan meriah, dan kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Bagi pedagang kaki lima, malam Tahun Baru bukan hanya tentang resolusi besar, tetapi juga tentang melanjutkan perjuangan yang belum usai, tentang membuka kembali gerobak esok hari, dan tentang harapan yang tak akan pernah padam.

Di sudut kota, ketika kembang api mulai memudar dan jalanan kembali lengang, para pedagang ini berjalan kembali ke rumah. Mereka menyambut Tahun Baru dengan penuh harap, berharap hidup akan sedikit, bahkan jauh, lebih baik dari hari kemarin.

Mureks