Otomotif

Desain Bumper Mobil Modern Sengaja Dibuat Mudah Penyok: Ini Alasan Teknis dan Regulasi Keselamatan Global

Pengendara kerap mengeluhkan bumper mobil modern yang mudah penyok, bahkan akibat benturan ringan. Namun, kondisi ini bukan tanpa alasan. Desain tersebut justru merupakan implementasi standar keselamatan internasional yang sengaja diterapkan pabrikan otomotif.

Desain Bumper untuk Penyerapan Energi

Pakar produk industri dan otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa bumper mobil modern dirancang menggunakan material lunak dan lebih tipis. Tujuannya adalah untuk menyerap energi saat terjadi tabrakan berkecepatan rendah, terutama demi melindungi pejalan kaki.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

“Material lebih tipis dan lunak untuk menyerap energi saat terjadi tabrakan berkecepatan rendah, terutama melindungi pejalan kaki. Ini dikenal sebagai sistem keselamatan pasif (crumple zone) dan diwajibkan oleh regulasi keselamatan global,” kata Yannes saat dihubungi Mureks pada Sabtu, 03 Januari 2026.

Sistem keselamatan pasif ini, atau yang dikenal sebagai crumple zone, merupakan bagian integral dari desain kendaraan modern.

Regulasi Global Mendorong Desain Fleksibel

Yannes menambahkan, “Material yang digunakan umumnya ringan, seperti plastik atau komposit yang efektif dalam menyerap benturan.” Regulasi global terkait hal ini diatur oleh United Nations Economic Commision for Europe (UNECE) melalui forum World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations (WP.29) Nomor 42 dan 127, yang telah berlaku sejak sekitar tahun 2000-an.

WP.29 Nomor 42 secara spesifik mengatur Front and Rear Protective Devices (Bumpers). Aturan ini bertujuan melindungi kendaraan saat tabrakan berkecepatan rendah, meminimalkan kerusakan pada komponen vital seperti lampu, radiator, sistem bahan bakar, hingga kelistrikan.

Regulasi tersebut memperbolehkan bumper dibuat dari material fleksibel. Bumper mobil boleh penyok asalkan komponen penting di dalamnya masih berfungsi setelah tabrakan. Mureks mencatat bahwa fleksibilitas ini krusial untuk efektivitas penyerapan energi.

Selain melindungi kendaraan, desain elastis ini juga sangat berguna dalam membentengi keselamatan pejalan kaki. Hal ini sesuai dengan WP.29 Nomor 127 mengenai Pedestrian Safety. Aturan tersebut menguji sejauh mana bagian depan mobil, termasuk bumper, dapat mengurangi risiko cedera pada kepala dan kaki manusia.

Fungsi Crumple Zone dan Implikasinya

Secara fungsi, bumper modern bukan lagi sekadar pelindung bodi luar. Desain yang lebih luwes ini bertujuan utama menyerap energi benturan. Bumper yang penyok justru menjadi indikasi bahwa komponen tersebut telah bekerja sesuai fungsinya.

“Fungsi utama crumple zone menyerap energi benturan agar tidak langsung diteruskan ke rangka utama (chassis) mobil yang lebih kaku dan mahal. Kerusakan komponen penting kendaraan dapat diminimalkan, biaya perbaikan pun dapat berkurang,” sambung Yannes.

Pemilik mobil wajib memahami fungsi ini agar tidak kecewa saat bumper kendaraannya penyok. Kerusakan di permukaan luar jauh lebih baik dibandingkan gangguan serius pada mesin atau sistem keselamatan mobil lainnya.

Kendati demikian, kerusakan bumper tidak boleh dianggap enteng. Sensor modern seperti radar ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) seringkali terletak di balik bumper. Jika bumper penyok, kinerja fitur keselamatan aktif tersebut dapat terpengaruh.

Dengan demikian, bumper mobil modern yang rentan penyok bukanlah sebuah kelemahan desain. Sebaliknya, hal ini merupakan bukti kepatuhan terhadap standar internasional yang bertujuan menekan risiko kerusakan vital kendaraan sekaligus memberikan perlindungan maksimal pada manusia saat terjadi tabrakan.

Mureks