Tren

Departemen Meteorologi Brunei Proyeksikan Curah Hujan di Atas Normal Selama Monsun Timur Laut hingga Maret 2026

BANDAR SERI BEGAWAN – Brunei Darussalam bersiap menghadapi periode monsun timur laut yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Departemen Meteorologi Brunei memproyeksikan curah hujan di atas level normal selama periode ini, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Proyeksi Curah Hujan di Atas Normal

Dalam perkiraan musimannya yang dirilis pada Kamis (1/1), Departemen Meteorologi Brunei merinci proyeksi curah hujan untuk tiga bulan ke depan. Januari 2026 diperkirakan akan mencatat total curah hujan melebihi 440 mm, jauh di atas level normal.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Tren serupa berlanjut pada Februari 2026, dengan perkiraan total curah hujan lebih dari 230 mm, juga di atas normal. Sementara itu, Maret 2026 diproyeksikan mencatat curah hujan sedikit di atas level normal, berkisar antara 170 mm hingga 200 mm.

Kondisi perairan Brunei secara umum diperkirakan tetap ringan hingga sedang, dengan ketinggian gelombang di kisaran 0,8 meter hingga 1,5 meter. Mureks mencatat bahwa pola cuaca ini memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan pihak berwenang.

Waspada Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Mengingat proyeksi cuaca ekstrem ini, Departemen Meteorologi Brunei telah menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Terdapat risiko tinggi terjadinya banjir bandang, terutama di daerah dataran rendah dan rawan banjir, serta di dekat tepi sungai.

Risiko ini akan semakin meningkat selama periode hujan lebat berkelanjutan dan kondisi air pasang. Selain itu, potensi risiko lain yang diwaspadai meliputi tanah longsor, pohon tumbang, dan atap rumah yang tertiup angin kencang saat hujan lebat.

Tim redaksi Mureks mengimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak dari monsun timur laut ini.

Mureks