Manchester United memulai era baru di bawah manajer interim Darren Fletcher dengan perubahan taktik signifikan. Pada pekan ke-21 Premier League, Kamis (8/1) dini hari WIB, Setan Merah bermain imbang 2-2 melawan Burnley di Turf Moor. Meski hasil belum ideal, sentuhan Fletcher langsung terlihat, terutama dalam mengembalikan peran krusial Bruno Fernandes.
Fletcher, yang dipercaya menggantikan Ruben Amorim, tak butuh waktu lama untuk mengoreksi kesalahan mendasar yang membelenggu tim. Menurut pantauan Mureks, salah satu langkah vitalnya adalah mengembalikan Bruno Fernandes ke posisi nomor 10, habitat aslinya di lini serang.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Bruno Fernandes Kembali ke Posisi Ideal
Keputusan Fletcher untuk memulangkan Bruno Fernandes ke posisi nomor 10 menjadi pembeda terbesar saat Manchester United menghadapi Burnley. Kapten tim tersebut tampil dominan, mencatat satu assist, menciptakan lima peluang, dan hampir mencetak gol setelah tembakannya membentur tiang pada babak kedua.
Dengan posisi yang lebih ofensif, Fernandes terbebas dari tugas-tugas defensif yang sebelumnya membatasi kreativitasnya. Aliran bola Manchester United pun menjadi lebih cair dan terstruktur. Peran ini menghidupkan kembali identitas serangan Setan Merah, membuat progresi bola lebih tajam, dan tekanan ke kotak penalti lawan meningkat signifikan. Dua gol Benjamin Sesko dalam laga tersebut lahir dari pendekatan yang berbeda ini.
Koreksi atas Kekeliruan Taktik Ruben Amorim
Pada era Ruben Amorim, Bruno Fernandes kerap dipaksa bermain lebih dalam, ditempatkan sebagai gelandang bertahan atau nomor delapan. Mureks mencatat, keputusan tersebut berdampak buruk pada performa tim. Manchester United kehilangan kreativitas di sepertiga akhir lapangan, sementara keseimbangan lini tengah juga tidak pernah benar-benar stabil.
Memindahkan Fernandes jauh dari kotak penalti secara signifikan menurunkan efektivitasnya. Padahal, kontribusi gol dan assist adalah nilai utama dari sang kapten. Langkah taktis Fletcher terbukti tepat. Dengan mengoreksi kesalahan tersebut, Manchester United mendapatkan kembali sosok playmaker sejati, fondasi penting untuk membangun kebangkitan tim di sisa musim.






