Teka-teki mengenai sosok nakhoda baru Tim Nasional Indonesia akhirnya terjawab sudah. PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih untuk memimpin Skuad Garuda di era mendatang. Penunjukan pelatih berusia 50 tahun ini sekaligus mengonfirmasi rumor yang telah beredar kencang, termasuk ketertarikan Indonesia yang sempat dibocorkan media Inggris Sky Sports sejak awal bulan.
Kualitas dan rekam jejak Herdman dinilai sangat sejalan dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini, membuat PSSI tak ragu memberikan kontrak. Lantas, siapa sebenarnya sosok John Herdman ini? Berikut adalah empat fakta menarik mengenai pelatih anyar tersebut, mulai dari keputusannya menolak tawaran negara lain hingga pengalamannya di Piala Dunia.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
1. Tolak Honduras dan Jamaika Demi Indonesia
Keputusan Herdman menerima pinangan Timnas Indonesia ternyata memakan ‘korban’. Ia dikabarkan menolak sejumlah tawaran menggiurkan dari negara-negara Amerika Utara. Media asal Honduras, Diez, melaporkan bahwa Herdman sempat didekati secara intensif oleh Honduras dan Jamaika. Namun, ia menutup pintu bagi kedua negara tersebut.
Mantan pelatih Toronto FC ini lebih memilih proyek menantang bersama Timnas Indonesia. Komitmen ini menjadi bukti keseriusan Herdman dalam membangun sepak bola Tanah Air.
2. Otak di Balik Generasi Emas Kanada
Portofolio paling mentereng John Herdman adalah saat ia membesut Timnas Kanada periode 2018-2023. Ia sukses mengakhiri penantian panjang negara tersebut untuk tampil di Piala Dunia. Herdman adalah sosok yang memoles generasi emas Kanada seperti Alphonso Davies (Bayern Munchen) hingga Jonathan David (Juventus). Tangan dinginnya membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar.
Meski tersingkir di fase grup dengan tiga kekalahan, performa Kanada menuai pujian. Mereka hanya kalah tipis 0-1 dari Belgia dan 1-2 dari Maroko. Perlu diingat, Maroko dan Kroasia (yang mengalahkan Kanada 4-1) adalah tim yang akhirnya melaju hingga babak semifinal turnamen tersebut. Pengalaman menghadapi tim raksasa ini, menurut Mureks, sangat berharga bagi Timnas Indonesia.
3. Fleksibilitas Taktik dan Formasi 3 Bek
Secara taktik, Herdman dikenal sebagai pelatih yang sangat cair dan adaptif. Ia tidak terpaku pada satu pakem, melainkan menyesuaikan strategi berdasarkan lawan yang dihadapi. Namun, sistem 3-4-3 atau 3-4-2-1 menjadi struktur favorit yang paling sering ia gunakan. Formasi ini memaksimalkan trio lini depan yang eksplosif.
Herdman juga tak ragu beralih ke pola empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1 jika dibutuhkan. Adaptasi cepat ini memberikan stabilitas pertahanan sekaligus transisi serangan yang mematikan.
4. Pengalaman Latih Bintang Serie A di MLS
Selain sukses di level internasional, Herdman juga kenyang pengalaman di level klub. Ia pernah menukangi Toronto FC di kompetisi Major League Soccer (MLS) pada musim 2023-2024. Di sana, ia terbiasa menangani ego pemain bintang dunia. Herdman pernah melatih dua ikon Timnas Italia, Federico Bernardeschi dan Lorenzo Insigne.
Selama 46 pertandingan memimpin Toronto FC, ia mempersembahkan 17 kemenangan. Pengalaman mengelola pemain bintang ini tentu berguna untuk menangani para pemain diaspora di Timnas Indonesia. Selamat bertugas, Coach Herdman!






