Tren

Leonardo DiCaprio Ungkap Kekhawatiran Mendalamnya atas Masa Depan Bioskop dan Industri Film Global

Aktor peraih Oscar, Leonardo DiCaprio, menyuarakan keprihatinan mendalamnya terhadap masa depan bioskop di tengah perombakan besar yang kini melanda studio-studio film. Pernyataan ini muncul saat industri hiburan global menghadapi transisi signifikan.

Mureks mencatat bahwa kekhawatiran DiCaprio ini mencerminkan dinamika yang tengah terjadi di industri hiburan global, di mana platform streaming semakin mendominasi. Bintang film ini baru-baru ini mengomentari keadaan perfilman saat ini, mempertanyakan apakah selera masyarakat untuk menonton film di layar lebar masih ada.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

“Perubahannya sangat cepat. Kita sedang menyaksikan transisi besar,” jelas DiCaprio saat diwawancarai oleh The Times. Ia melanjutkan dengan gambaran yang lebih detail tentang pergeseran tersebut.

“Pertama, film dokumenter menghilang dari bioskop. Sekarang, film drama hanya diputar dalam waktu terbatas dan orang-orang menunggu untuk menontonnya di layanan streaming. Saya tidak tahu. Apakah orang-orang masih memiliki selera? Atau akankah bioskop menjadi tempat terisolasi — seperti bar jazz?” tambahnya.

Bulan lalu, DiCaprio juga sempat mengungkapkan kepada Deadline bahwa menjaga film tetap diputar di bioskop akan menjadi sebuah perjuangan berat. Ia melihat tahun ini sebagai momen krusial bagi sinema.

“Tahun ini tampaknya menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah perfilman,” katanya. DiCaprio menekankan tantangan yang dihadapi industri.

“Kita menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya, menurut saya, untuk masa depan pengalaman sinematik. Mengajak orang untuk datang ke bioskop tampaknya semakin menjadi tantangan,” ujarnya.

Meski demikian, DiCaprio masih menyimpan harapan. Ia berharap akan ada sosok visioner yang mendapatkan kesempatan untuk menciptakan hal-hal unik di masa depan, yang kemudian dapat dinikmati di bioskop.

Komentar-komentar ini muncul setelah film terbaru yang dibintanginya, “One Battle After Another” karya Paul Thomas Anderson, sukses meraup lebih dari 205 juta dolar AS di seluruh dunia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa film berkualitas masih memiliki daya tarik kuat di pasar global.

Mureks