Otomotif

Dari City Car Mungil Jadi SUV Tangguh: Kisah Modifikasi Suzuki S-Presso Bergaya Mini Jimny

Suzuki S-Presso kerap dipandang sebagai city car mungil dengan desain yang mengundang pro dan kontra. Namun, di tangan Surya Kartika, seorang warga Denpasar, Bali, mobil tersebut justru tampil berbeda setelah dimodifikasi dengan konsep mini Jimny yang gagah.

Transformasi Ekstrem Suzuki S-Presso Menjadi Mini Jimny

Surya Kartika, yang berprofesi sebagai pedagang mobil bekas di Bali, memilih S-Presso tahun 2023 sebagai basis modifikasi. Mobil tersebut ia beli dalam kondisi tangan kedua, lalu dijadikan proyek personal untuk mengubah tampilan standar pabrikan yang menurutnya masih bisa dieksplorasi lebih jauh.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Konsep modifikasi yang diusung terinspirasi dari karya Gofar Hilman melalui produk bodykit GH Style. Surya menilai pendekatan tersebut mampu mengubah karakter S-Presso menjadi lebih proporsional dan sedap dipandang.

“Konsep modifikasi terinspirasi dari modifikasi yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Gofar Hilman dengan produk bodykit GH Style. Saya sependapat dengan Gofar ingin mengubah tampang S-Presso yang sering saya dengar kurang ganteng, jadi lebih proper dan enak dilihat,” ujar Surya kepada kumparan baru-baru ini.

Detail Modifikasi Eksterior yang Mengubah Karakter

Konsep mini Jimny diwujudkan lewat perubahan signifikan pada sektor eksterior. Hampir seluruh wajah mobil dirombak, mulai dari grill, kap mesin, lampu, hingga bumper, demi menghadirkan karakter SUV kompak yang lebih tegas.

“Iya, modifikasinya dibikin mini Jimny. Ubahan paling besar memang di eksterior, saya pure merombak tampang S-Presso dari grille, kap mesin, lampu sampai bumper,” jelasnya.

Untuk memperkuat kesan gagah, Surya menambahkan fender yang membuat proporsi bodi terlihat lebih berotot. Sektor kaki-kaki juga ikut disesuaikan dengan penggunaan velg HSR KLG ring 14, sementara interior dibiarkan tetap standar bawaan pabrik.

“Penambahan fender juga saya lakukan supaya kesan gagah dari Jimny makin terasa. Semuanya terinspirasi dari Gofar Hilman dengan product bodykit GH Style. Velg saya ganti ke HSR KLG 14, interior masih standar,” katanya.

Meski tampilan berubah drastis, sektor mekanis tetap dipertahankan. Mesin S-Presso masih mengandalkan spesifikasi standar pabrikan dengan transmisi AGS, tanpa sentuhan performa tambahan.

“Untuk mesin masih standar S-Presso dengan transmisi AGS-nya,” ucap Surya.

Biaya dan Target Penjualan

Dari sisi biaya, Surya mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 30 sampai 40 jutaan untuk keseluruhan proses modifikasi. Pengerjaan berlangsung selama kurang lebih 2,5 bulan, dimulai akhir Juli dan rampung pada awal Oktober.

Catatan Mureks menunjukkan, proyek ini memakan waktu sekitar 2,5 bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp 40 jutaan. Rencananya, mobil hasil modifikasi ini bakal dijual di harga Rp 188 juta, dengan opsi nego.

“Total biaya modifikasi kira-kira Rp 30 sampai 40 juta, pengerjaan sekitar 2,5 bulan. Rencananya mobil ini bakal dijual di harga Rp 188 juta, nego,” pungkasnya.
Mureks