Kamis, 08 Januari 2026 – Suasana hiruk pikuk Jakarta menjadi saksi bisu petualangan edukatif siswa kelas X SMA Trinitas Bandung pada 9 Desember 2025. Bukan sekadar kunjungan biasa, hari itu menjadi perpaduan unik antara wawasan ekonomi di pusat bisnis, keajaiban biota laut, dan adrenalin di wahana ekstrem. Para siswa menukar seragam sekolah dengan seragam COIS khas SMA Trinitas, siap menjelajahi ibu kota dalam agenda studi industri.
Menjelajahi Dunia Investasi di Bursa Efek Indonesia
Perjalanan dimulai dengan nuansa formal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Begitu memasuki gedung, aura profesionalisme langsung terasa, dengan angka-angka digital yang berlarian di layar besar. Di sana, para siswa mendapatkan pemahaman penting tentang investasi dan masa depan. Mereka menyadari bahwa masa depan tidak hanya ditunggu, melainkan harus diinvestasikan untuk mencapai kecerahan.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Melangkah di koridor yang menjadi saksi sejarah transaksi besar di Indonesia, pengalaman ini menumbuhkan kesadaran bahwa bangku sekolah hanyalah pintu awal dari banyak pintu yang harus dilewati menuju dunia yang lebih luas.
Sejuknya SeaWorld Ancol di Tengah Terik Jakarta
Selepas dari BEI, teriknya matahari Jakarta menyambut kembali para peserta didik. Keluhan seperti “Aduh, ini Jakarta apa simulasi neraka?” dan “PENGEN PULANGG!” terdengar di antara mereka, diiringi kipasan tangan yang tak henti. Namun, begitu menginjakkan kaki di SeaWorld Ancol, suasana berubah drastis.
Hawa dingin dan nuansa biru akuarium yang menenangkan seketika meluluhkan lelah akibat panasnya Jakarta. Berbagai zona dijelajahi, namun terowongan kaca bawah air menjadi favorit. Di sana, ikan pari menari-nari di atas kepala, seolah melambaikan tangan. Momen ini menjadi jeda untuk mengagumi biota laut sebelum menghadapi tantangan berikutnya yang menguji nyali.
Adrenalin Penuh Tawa di Dunia Fantasi
Puncak keseruan tiba di Dunia Fantasi (Dufan). Tantangan antrean panjang di bawah terik matahari kembali muncul, namun semangat bermain bersama teman-teman membuat panasnya Jakarta terasa kecil. Teriakan nyaring menggelegar saat pintu Dufan dibuka, wajah pucat dan datar, hati berdebar kencang, serta tubuh gemetar menjadi pemandangan yang mengundang tawa.
Wahana Kora Kora menjadi pembuka, dengan angin kencang menerpa muka dan sensasi badan mengambang di udara yang disebut “juara banget” oleh para siswa. Ada yang tetap naik wahana meski wajahnya pucat, ada yang bajunya basah kuyup setelah naik Niagara Gara, dan ada pula yang suaranya hilang karena terlalu banyak berteriak di wahana Ontang Anting. Keseruan di Dufan ditutup dengan wahana Kereta Misteri yang seram namun justru menjadi favorit. Sebelum pulang, mereka berkumpul dengan rambut lepek, badan bau apek, muka merah terbakar matahari, namun senyum tak pernah pudar dan memori yang tak terlupakan.
Kenangan Tak Terlupakan di Ibu Kota
Perjalanan pulang ke Bandung diwarnai keheningan, sebagian besar siswa kelelahan. Di tengah rasa lelah dan mengantuk, banyak yang menolak untuk tidur, khawatir akan kembali menghadapi realita di Bandung saat membuka mata. Meskipun waktu terasa singkat, perjalanan ini sangat berharga.
Melihat teman-teman dan guru tertawa lepas dengan senyuman lebar sepanjang hari meninggalkan kesan mendalam. Mureks mencatat bahwa kenangan indah ini akan tersimpan rapi dan diceritakan kembali suatu saat. Para siswa kelas X SMA Trinitas Bandung berhasil mengakhiri penjelajahannya di ibu kota, menyadari bahwa Jakarta terasa jauh lebih indah dari biasanya.






