Jumat, 02 Januari 2026 – Platform streaming Prime Video terus menunjukkan taringnya di industri hiburan global. Dengan investasi besar pada konten orisinal, Prime Video kini menyimpan banyak tontonan berkualitas yang tak kalah saing, bahkan beberapa di antaranya unggul dalam hal cerita, karakter, dan produksi. Menurut Mureks, platform ini berhasil menyajikan beragam genre, mulai dari kisah cinta menyentuh hingga aksi menegangkan dan drama penuh makna.
Bagi Anda para penikmat film dan serial, tim redaksi Mureks telah merangkum 20 rekomendasi film dan serial orisinal Prime Video terbaik yang wajib masuk daftar tontonan Anda. Siapkan waktu luang, karena daftar ini akan membawa Anda menjelajahi dunia hiburan yang kaya dan beragam.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Daftar Rekomendasi Serial dan Film Orisinal Prime Video Terbaik
-
The Boys
Serial superhero ini hampir selalu menempati posisi teratas dalam daftar tontonan terbaik Prime Video. The Boys menyajikan narasi superhero yang brutal, sinis, dan tanpa tedeng aling-aling membongkar citra pahlawan. Kekuatan serial ini terletak pada satir tajamnya terhadap budaya selebritas, kekerasan eksplisit, dan penggambaran superhero yang lebih mirip figur publik korup daripada penyelamat dunia.
-
Invincible
Jangan terkecoh dengan tampilan animasinya yang warna-warni, Invincible adalah salah satu serial Prime Video dengan isi paling kejam dan emosional. Di balik visual yang cerah, ceritanya membahas harga mahal yang harus dibayar untuk menjadi seorang pahlawan. Serial ini kuat karena berani menunjukkan konsekuensi nyata dari setiap tindakan, bukan sekadar kemenangan semu. Kontras ekstrem antara gaya visual dan isi cerita yang gelap menjadi ciri khasnya.
-
Fallout
Sebagai adaptasi dari game populer, Fallout berhasil menangkap esensi dunianya dengan sempurna. Ceritanya kelam namun disisipi humor gelap yang tak terduga. Pembangunan dunia (world-building) yang rapi dan karakter-karakter yang terasa hidup membuat serial ini layak masuk daftar terbaik. Perpaduan tragedi nuklir dan humor gelap inilah yang membuat dunia pasca-apokaliptik Fallout tetap terasa “hidup” dan menarik.
-
Gen V
Gen V menawarkan perspektif yang lebih muda dan emosional dari semesta The Boys. Serial ini relevan dengan isu-isu generasi muda, seperti ambisi, trauma, dan pencarian jati diri di tengah sistem superhero yang sudah rusak. Ceritanya lebih personal namun tetap liar, dengan sudut pandang mahasiswa yang harus bertahan dalam lingkungan yang korup dari akarnya.
-
Ballard
Bagi penggemar drama kriminal yang tenang dan fokus pada investigasi, Ballard adalah pilihan tepat. Serial ini mengikuti penyelidikan yang realistis, tanpa ledakan atau gimik berlebihan. Kekuatan utamanya terletak pada karakter utama yang dingin namun tetap menunjukkan sisi manusiawi.
-
Red One
Jika mencari film Prime Video yang murni hiburan tanpa perlu berpikir keras, Red One adalah jawabannya. Film ini memutarbalikkan mitologi Natal menjadi petualangan aksi yang aneh, di mana Sinterklas bukan hanya pembagi kado, melainkan figur penting yang harus diselamatkan. Keseruannya ada pada kesadaran film ini akan kekonyolannya, yang justru dimainkan secara maksimal. Tone blockbuster penuh energi menjadi ciri khasnya, cocok untuk tontonan santai namun tetap terasa mahal.
-
Tell Me Softly
Tell Me Softly adalah film Prime Video yang cocok bagi penonton yang menyukai drama pelan namun menyentuh. Ceritanya sederhana, berfokus pada hubungan dan emosi yang tidak selalu terucap terang-terangan. Film ini terasa dekat karena banyak adegannya merefleksikan potongan kehidupan sehari-hari. Atmosfer sunyi dan cara bercerita yang halus menjadi ciri khasnya.
-
Merv
Meskipun bukan judul yang paling ramai, Merv justru menonjol dengan kekuatannya sebagai film “kecil tapi jujur”. Film ini fokus pada karakter dan konflik manusia biasa, tanpa ambisi untuk menjadi spektakuler. Narasinya terasa tulus dan membumi, membuat penonton merasa sedang mengintip kehidupan orang lain, bukan menonton tontonan yang dipoles berlebihan.
-
Sylvie’s Love
Bagi yang mencari film Prime Video dengan nuansa romantis klasik, Sylvie’s Love adalah pilihan ideal. Kisah cintanya manis, tenang, dan dibalut estetika era lama yang hangat. Film ini tidak terburu-buru, membiarkan perasaan tumbuh perlahan. Visual dan musiknya yang romantis tanpa drama berisik, seperti nostalgia akan cinta yang sopan namun dalam, menjadi ciri khasnya.
-
Totally Killer
Totally Killer membuktikan bahwa film Prime Video terbaik tidak harus selalu serius. Film ini berhasil mencampur horor slasher, komedi, dan perjalanan waktu dengan gaya santai namun efektif. Ceritanya cepat, dialognya ringan, dan penuh sindiran terhadap film horor era 80-an. Humor self-aware—film ini tahu klisenya dan menertawakannya bersama penonton—menjadi ciri khasnya.
-
Daisy Jones & The Six
Diadaptasi dari novel karya Taylor Jenkins Reid, serial ini membawa penonton ke dunia musik rock tahun 1970-an. Daisy Jones & The Six mengisahkan perjalanan sebuah band fiksi yang dipenuhi ambisi, cinta, dan konflik internal. Riley Keough dan Sam Claflin tampil memukau sebagai dua sosok yang terjebak antara cinta dan ego artistik. Lagu-lagu orisinal seperti “Aurora” bahkan viral karena emosional dan autentik. Serial ini tak hanya membahas kisah cinta, tetapi juga sisi gelap ketenaran dan kehilangan jati diri.
-
Bosch
Bagi pencinta drama kriminal, Bosch adalah tontonan wajib. Serial ini mengikuti detektif Harry Bosch (Titus Welliver) yang berjuang menegakkan keadilan di Los Angeles dengan caranya sendiri. Ketegangan dan misteri yang dibangun di setiap kasus terasa realistis dan berlapis. Berbeda dengan banyak drama kriminal yang cepat berakhir, Bosch bertahan hingga tujuh musim dan melahirkan dua spin-off. Kekuatan serial ini terletak pada karakter utamanya yang kompleks, penuh luka masa lalu namun tetap berprinsip.
-
The Marvelous Mrs. Maisel
Dari pencipta Gilmore Girls, Amy Sherman-Palladino, hadir The Marvelous Mrs. Maisel—kisah inspiratif seorang ibu rumah tangga tahun 1950-an yang nekat menjadi komedian. Rachel Brosnahan memerankan Midge Maisel dengan penuh pesona dan karisma. Dialog cepat, humor cerdas, dan sinematografi penuh warna menjadikan serial ini salah satu yang paling stylish di Prime Video. Dibanding serial tandingannya, Mrs. Maisel jauh lebih kuat dalam pengembangan karakter dan tema kemandirian perempuan.
-
The Man In The High Castle
Bagaimana jika Nazi dan Jepang memenangkan Perang Dunia II? Pertanyaan ini menjadi dasar cerita The Man in the High Castle. Serial ini menawarkan pandangan gelap dan menegangkan tentang dunia alternatif yang dikuasai rezim totaliter. Dengan narasi penuh intrik dan visual atmosferik, serial ini menghadirkan refleksi mendalam tentang kebebasan, identitas, dan perlawanan.
-
The Wheel Of Time
Adaptasi dari novel epik karya Robert Jordan ini menjadi pesaing utama The Witcher milik Netflix. The Wheel of Time memadukan fantasi, takdir, dan kekuatan magis dalam dunia yang kompleks. Rosamund Pike memimpin jajaran pemain dengan performa kuat sebagai Moiraine, seorang Aes Sedai yang membimbing kelompok muda untuk menemukan reinkarnasi sang penyelamat dunia. Meski hanya bertahan tiga musim, serial ini berhasil memikat lewat visual megah, world-building detail, dan kisah karakter yang emosional.
-
Forever
Dibintangi Maya Rudolph dan Fred Armisen, Forever tampil sebagai komedi romantis dengan sentuhan eksistensial yang unik. Sepasang suami istri yang bosan dengan rutinitas hidup mereka tiba-tiba mendapati takdir yang tak disangka, membawa cerita ke arah yang benar-benar tak terduga. Serial ini menggabungkan humor, melankolia, dan filsafat hidup secara lembut namun menghantam. Hanya delapan episode, tetapi memberikan kepuasan penuh.
-
Modern Love
Diangkat dari kolom The New York Times, Modern Love adalah antologi romantis yang menyentuh hati di setiap episodenya. Dengan bintang-bintang seperti Dev Patel dan Anne Hathaway, serial ini mengeksplorasi berbagai bentuk cinta antara pasangan, sahabat, bahkan cinta terhadap diri sendiri. Berbeda dengan drama remaja, Modern Love menyajikan kisah universal lintas usia. Beberapa episode bahkan menyinggung kesepian, kehilangan, dan penyembuhan dengan cara yang sangat manusiawi.
-
Jack Ryan
Didasarkan pada karakter ciptaan Tom Clancy, Jack Ryan menghadirkan John Krasinski sebagai analis CIA yang terjebak dalam misi global berbahaya. Serial ini menggabungkan aksi menegangkan dengan intrik politik yang cerdas. Setiap musim membawa Jack ke lokasi berbeda, dari Timur Tengah hingga Eropa Timur, dengan skala cerita besar layaknya film blockbuster. Jika dibandingkan dengan serial spionase lainnya, Jack Ryan terasa lebih sinematik dan realistis dalam menampilkan dunia spionase modern.
-
Mozart In The Jungle
Mozart in the Jungle memperlihatkan dunia musik klasik yang jarang diangkat di TV. Gael García Bernal memerankan Rodrigo, konduktor muda eksentrik yang membawa semangat baru ke dalam orkestra New York. Serial ini ringan, jenaka, tapi juga reflektif tentang seni, ambisi, dan tekanan menjadi seniman di kota besar. Dengan durasi singkat di tiap musim, serial ini cocok untuk binge-watching.
-
The Summer I Turned Pretty
Serial remaja yang diadaptasi dari novel Jenny Han ini menciptakan demam musim panas di kalangan penonton. The Summer I Turned Pretty menyoroti kisah cinta segitiga antara Belly (Lola Tung) dan dua bersaudara, Conrad serta Jeremiah. Namun di balik romansa manisnya, serial ini juga menyentuh tema kehilangan, keluarga, dan pendewasaan diri. Dengan atmosfer hangat di pantai Cousins Beach, kisahnya lebih emosional dibanding drama remaja mana pun. Ini bukan sekadar kisah cinta, tetapi juga perjalanan menjadi dewasa.
Dari drama romantis yang menyentuh seperti Modern Love hingga aksi penuh ketegangan di Jack Ryan, setiap serial dan film orisinal Prime Video menawarkan pengalaman menonton yang khas dan berkarakter. Platform ini tidak hanya mengejar popularitas, tetapi juga kedalaman cerita dan kualitas produksi.
Jadi, jika Anda mencari tontonan yang segar dan bermakna, 20 rekomendasi dari tim redaksi Mureks ini wajib masuk daftar maraton berikutnya. Selamat menikmati!






