Film Foe (2023) membawa penonton ke sebuah masa depan yang terasa sunyi dan menekan, di mana kehidupan sepasang suami istri dihadapkan pada sebuah tawaran yang mengubah segalanya. Disutradarai oleh Garth Davis, film bergenre drama, romansa, dan fiksi ilmiah ini dibintangi oleh Paul Mescal sebagai Junior dan Saoirse Ronan sebagai Henrietta (Hen), dengan Aaron Pierre memerankan sosok asing bernama Terrance.
Kisah ini berpusat pada Junior dan Hen yang menjalani rutinitas harian di sebuah pertanian terpencil. Meski tampak tenang di permukaan, hubungan mereka menyimpan ketegangan emosional yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Junior, yang diperankan Paul Mescal, berusaha keras mempertahankan pola hidup yang sama, meyakini bahwa ini adalah bentuk perlindungan bagi istrinya. Namun, Foe dengan cepat memperlihatkan bahwa ada keretakan yang mendalam di antara keduanya.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Ketika Duplikasi Diri Mengubah Segalanya
Titik balik dalam cerita terjadi ketika Terrance, perwakilan dari korporasi kedirgantaraan OuterMore, tiba di rumah mereka pada suatu malam. Ia mengumumkan bahwa Junior terpilih untuk sebuah tugas penting di Installation, sebuah stasiun luar angkasa besar yang mengorbit Bumi. Tugas ini akan memakan waktu sekitar dua tahun, mengharuskan Junior meninggalkan Hen sendirian di pertanian terpencil mereka.
Junior jelas tidak siap dengan prospek tersebut, terutama karena kekhawatirannya meninggalkan Hen. Namun, Terrance menawarkan solusi yang justru terdengar mengerikan bagi Junior: kehadiran duplikat biomekanik yang akan menggantikan perannya selama ia pergi. Menurut Mureks, tawaran ini menjadi inti konflik yang menguji batas-batas identitas dan hubungan manusia.
Ketegangan yang Menggerogoti Hubungan
Keputusan untuk menerima duplikat ini perlahan menggerogoti hubungan Junior dan Hen. Setelah kunjungan pertama Terrance, ketegangan di antara mereka semakin terasa. Meskipun demikian, Junior mencoba memperbaiki hubungan dengan lebih terbuka dan jujur. Hen pun menyambut niat tersebut, membuat keduanya tampak lebih spontan, penuh perhatian, dan seolah kembali jatuh cinta satu sama lain.
Di tengah momen hangat itu, kehadiran Terrance yang terus datang untuk wawancara dan pengambilan data justru menjadi bayangan yang mengganggu. Kehadirannya memicu rasa tidak nyaman dan amarah dalam diri Junior. Situasi semakin intens ketika Terrance akhirnya tinggal bersama mereka untuk memantau rutinitas Junior secara langsung, membuat batas antara urusan profesional dan kehidupan pribadi menjadi kabur.
Terrance tidak hanya mengamati Junior, tetapi juga menghabiskan waktu berbincang dengan Hen. Hal ini menumbuhkan rasa cemburu dan kecurigaan yang kuat dalam diri Junior. Secara diam-diam, Junior mendengar percakapan mereka dan mengetahui perasaan Hen yang selama ini terpendam, tentang rasa terkungkung, tentang mimpi untuk keluar dari kehidupan monoton di pertanian, serta keinginan merasakan dunia yang lebih luas. Film Foe (2023) berhasil menggambarkan bagaimana teknologi, alih-alih mempermudah, justru dapat memperumit dan mengungkap kebenaran pahit dalam sebuah hubungan.






