Nasional

Cekcok Pengemudi Picu Tabrakan Beruntun Lima Mobil di BSD, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Lima kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Jalan Letnan Sutopo, kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (1/1) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.40 WIB ini dipicu oleh kurangnya konsentrasi seorang pengemudi akibat cekcok dengan pasangannya.

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Danny Trisespianto Arief Sutarman membenarkan adanya peristiwa tabrakan beruntun tersebut. “Jadi betul, semalam ada kejadian sekitar pukul 01.40 WIB dini hari,” kata Danny saat dikonfirmasi, Kamis (1/1).

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Danny menjelaskan, kecelakaan beruntun itu melibatkan lima kendaraan. Insiden bermula ketika sebuah mobil Nissan Grand Livina yang dikemudikan AM (24) menabrak kendaraan di depannya. “Kronologinya memang dari pengemudi Grand Livina atas nama inisial AM (24) itu sedang mengendarai mobil dan mengakui bahwa dirinya kurang konsentrasi,” ujarnya.

Cekcok dengan Pasangan Jadi Pemicu Utama

Kurangnya konsentrasi pengemudi, menurut Mureks, dipicu oleh adanya pertikaian kecil di dalam mobil antara AM dan pasangannya. “Kurang konsentrasinya karena mungkin ada pertikaian kecil di dalam mobil antara dia dan pasangannya. Kemudian dia tidak melihat ke depan, tidak konsentrasi, akhirnya terjadi kecelakaan beruntun,” jelas Danny.

Akibatnya, lima mobil terlibat tabrakan secara beruntun. Rangkaian tabrakan dimulai dari mobil Grand Livina yang menabrak Toyota Rush, kemudian mendorong Daihatsu Sigra, selanjutnya mengenai Mitsubishi Pajero, hingga menabrak satu unit Pajero lainnya. “Totalnya ada lima mobil, termasuk yang menabrak,” kata Danny.

Kerusakan paling parah dialami mobil Grand Livina yang menjadi pemicu tabrakan. “Yang rusak parah kalau kita lihat, paling parah sih yang menabrak awal ini, Grand Livina. Yang lain hanya terdorong, penyok, tapi kondisi kendaraan masih bisa jalan,” ungkap Danny.

Beruntungnya, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh dampak kecelakaan hanya berupa kerugian materiil. “Untuk korban luka nihil, untuk kerugian hanya materiil saja,” ucapnya.

Danny menambahkan, pengemudi Grand Livina saat itu tengah dalam perjalanan pulang. Kondisi jalan yang menyempit akibat perbaikan di lajur paling kanan juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya kecelakaan. “Jadi di lajur satu, lajur cepat sebelah paling kanan, memang ada penyempitan. Jadi lajur yang dipakai itu lajur dua dan lajur tiga. Kemungkinan besar sudah ada pertikaian dari sana sehingga pengemudi ini kurang konsentrasi melihat ke depan,” lanjutnya.

Terkait kerugian, polisi masih melakukan perhitungan. Namun, nilai kerusakan diperkirakan di bawah Rp 50 juta. “Kerugian materiilnya masih kami perkirakan. Kami belum bisa menentukan pasti, tetapi gambaran kami di bawah Rp 50 juta untuk keseluruhan kendaraan,” kata Danny.

Usai kejadian, AM telah dimintai keterangan oleh polisi dan dipulangkan. Perkara kecelakaan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. “Betul, dipulangkan karena kami sudah meminta keterangan baik dari pengemudinya, saudara AM, sampai dengan korban-korbannya, empat mobil di depannya,” ujar Danny. “Kemudian, semalam sudah ada kesepakatan damai antara semuanya. Saudara AM ini bersedia mengganti rugi seluruh kerugian yang diakibatkan oleh dirinya. Diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Mureks