Tren

Cedera Punggung Hantui Matthijs De Ligt, Bek Andalan MU Absen Lebih Lama dari Prediksi Awal

Bek sentral Manchester United, Matthijs De Ligt, dipastikan absen lebih lama dari perkiraan semula. Pemain kunci di lini pertahanan Setan Merah ini ternyata mengalami masalah baru pada cederanya, yakni cedera punggung, yang membuat proses pemulihannya tertunda.

De Ligt, yang menjadi pilar utama di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim sepanjang musim 2025/2026, sebelumnya hanya diperkirakan menepi sebentar akibat benturan ringan di kaki. Namun, hingga Minggu, 04 Januari 2026, sang bek belum juga kembali memperkuat tim utama.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Cedera Punggung Jadi Penyebab Utama

Menurut laporan dari Centre Devils, yang juga dipantau Mureks, absennya De Ligt yang berkepanjangan disebabkan oleh cedera punggung. Awalnya, ia hanya mengalami benturan di kaki yang diprediksi hanya membutuhkan waktu pemulihan 1-2 pekan.

Namun, cedera punggung yang kabarnya sudah lama menghinggapi sang bek kini merasakan akumulasinya. Kondisi ini memaksa De Ligt untuk menepi lebih lama demi menjalani penyembuhan yang intensif.

Perjuangan De Ligt untuk Pulih

Tidak tinggal diam, De Ligt dikabarkan berjuang keras untuk mempercepat proses pemulihannya. Ia telah menemui dokter spesialis cedera punggung dan mendapatkan perawatan intensif.

Pemain asal Belanda ini sangat berharap dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali merumput bersama skuad Manchester United. Kehadirannya sangat dinantikan mengingat perannya yang sentral di lini belakang.

Manchester United Beradaptasi Tanpa De Ligt

Absennya De Ligt sempat menjadi tantangan bagi Manchester United, membuat lini pertahanan mereka terlihat keropos. Namun, menurut Mureks, tim asuhan Ruben Amorim kini mulai menemukan soliditas.

Kembalinya Lisandro Martinez dari cedera dan penampilan apik bek muda Ayden Heaven telah membantu menstabilkan lini belakang Setan Merah. Keduanya mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan De Ligt, memastikan tim tetap kompetitif di berbagai ajang.

Mureks