Ibu kota Venezuela, Caracas, diguncang setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Insiden misterius ini memicu spekulasi dan kekhawatiran di kalangan warga, sementara penyebab pasti ledakan masih belum jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela, Pentagon, maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar. Menurut laporan Associated Press, warga di berbagai lingkungan di Caracas bergegas ke jalanan setelah mendengar ledakan, dengan beberapa asap terlihat dari kejauhan di berbagai wilayah.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Ketegangan AS-Venezuela Meningkat
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Dalam beberapa hari terakhir, militer AS diketahui menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah tersebut. Mureks mencatat bahwa pada Jumat sebelumnya, Venezuela menyatakan keterbukaannya untuk menegosiasikan perjanjian dengan Amerika Serikat guna memerangi perdagangan narkoba.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah wawancara yang direkam sebelumnya dan ditayangkan pada Kamis, menuduh Amerika Serikat berupaya memaksakan perubahan pemerintahan di negaranya. Maduro juga menuding AS ingin mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela yang melimpah melalui kampanye tekanan selama berbulan-bulan, yang dimulai dengan pengerahan militer besar-besaran ke Laut Karibia pada Agustus.
Maduro sendiri telah ditetapkan sebagai anggota organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat. Pekan lalu, Badan Intelijen Pusat (CIA) dilaporkan berada di balik serangan pesawat tak berawak di area dermaga yang diyakini digunakan oleh kartel narkoba Venezuela. Ini merupakan operasi langsung pertama di wilayah Venezuela sejak AS mulai menyerang kapal-kapal pada September.
Ancaman serangan terhadap target di wilayah Venezuela telah berulang kali dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan. Sementara itu, televisi pemerintah Iran juga melaporkan ledakan di Caracas pada Sabtu, menampilkan gambar-gambar ibu kota Venezuela. Iran diketahui memiliki hubungan dekat dengan Venezuela selama bertahun-tahun, sebagian besar karena kedua negara memiliki musuh bersama, yakni Amerika Serikat.




