Produsen kendaraan listrik raksasa asal China, BYD, mengumumkan pencapaian penjualan global sebesar 4,55 juta unit kendaraan penumpang sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 7,1 persen dibandingkan total penjualan pada tahun 2024, mencakup mobil listrik baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Meski demikian, pertumbuhan tersebut dinilai jauh dari proyeksi lonjakan besar yang sempat diperkirakan oleh para analis dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2025 saja, BYD mencatat penjualan 414.784 unit kendaraan penumpang secara global. Angka ini menandai penurunan 18,6 persen secara tahunan dan 12,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus menjadi bulan keempat berturut-turut dengan tren penurunan penjualan tahunan.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Dari total penjualan tahunan 2025, sebanyak 2,25 juta unit merupakan kendaraan listrik baterai (BEV), yang tumbuh hampir 28 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) mencapai sekitar 2,29 juta unit, menunjukkan penurunan hampir 8 persen dari tahun 2024. Komposisi ini memperlihatkan bahwa porsi BEV dan PHEV hampir setara, masing-masing menyumbang sekitar 49,6 persen dan 50,4 persen dari total penjualan BYD di tahun 2025.
Keberhasilan BYD tidak hanya terbatas pada pasar domestik China. Menurut pantauan Mureks, untuk pertama kalinya, ekspor mobil BYD berhasil menembus angka lebih dari 1 juta unit, melonjak lebih dari 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ekspor yang impresif ini menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan penjualan, terutama di tengah tekanan persaingan yang semakin ketat dari merek-merek lokal lain di pasar domestik.
Meskipun capaian penjualan 2025 cukup solid, prospek BYD untuk tahun 2026 dipandang tidak akan mudah. Target awal perusahaan sempat dipatok ambisius di angka 5,5 juta unit, bahkan sempat dibicarakan bisa mencapai 6,5 juta unit pada awal tahun. Namun, target tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 4,6 juta unit, yang pada akhirnya berhasil dicapai. Revisi target ini mengindikasikan adanya perlambatan ekspansi volume jika dibandingkan dengan tren pertumbuhan pesat yang terjadi sebelumnya.






