Produsen mobil listrik asal Cina, BYD, mencatat penjualan impresif di pasar Indonesia dengan total 50.000 unit sejak debutnya pada awal 2024 hingga akhir 2025. Pencapaian ini sekaligus menuntut BYD untuk memulai perakitan lokal di Indonesia pada tahun 2026, sesuai dengan regulasi pemerintah.
BYD secara resmi memasuki pasar otomotif Indonesia pada awal 2024, memperkenalkan tiga model utama yang menyasar segmen berbeda. Model tersebut meliputi Dolphin sebagai hatchback, Atto 3 sebagai Sport Utility Vehicle (SUV), dan Seal yang mengisi segmen sedan listrik.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Kehadiran BYD di Tanah Air didukung oleh insentif impor dari pemerintah, yang memungkinkan mereka menawarkan lini kendaraan dengan harga kompetitif meskipun unit-unit tersebut masih berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor secara utuh. Menurut Mureks, kebijakan insentif ini turut menjadi faktor krusial dalam strategi penetrasi pasar BYD di Indonesia.
Performa Penjualan Awal yang Mengesankan
Menurut data retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi unit BYD kepada konsumen baru dimulai pada Juli 2024. Pada bulan pertama tersebut, penjualan BYD langsung menembus angka 2.047 unit.
Angka ini bahkan melampaui capaian merek mobil Cina lain seperti MG, yang hanya mencatat 523 unit pada periode yang sama. Mureks mencatat bahwa performa awal BYD ini menunjukkan respons pasar yang positif.
Pada Agustus 2024, penjualan BYD meningkat menjadi 2.369 unit. Meskipun sempat turun tipis di September menjadi 1.788 unit, penjualan kembali konsisten di kisaran 2.000 unit per bulan dari Oktober hingga Desember 2024. Secara total, dalam kurun waktu enam bulan pertama (Juli-Desember 2024), penjualan retail BYD mencapai 13.964 unit, kembali mengungguli merek-merek Cina lainnya pada periode tersebut.
Ekspansi Model dan Kewajiban Perakitan Lokal
Pencapaian BYD terus berlanjut pada tahun 2025 dengan diperkenalkannya berbagai model baru, termasuk mobil listrik mungil Atto 1, yang juga dikenal sebagai Seagull di beberapa pasar internasional.
Dengan total penjualan yang mencapai 50.000 unit selama periode 2024-2025, BYD kini menghadapi kewajiban untuk memulai perakitan lokal di Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi BYD di pasar otomotif nasional dan mendukung ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.






