Nasional

Bupati Aceh Tamiang: “Kami Butuh 42.727 Huntap dan Dana Pangan 6 Bulan”

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, secara langsung mengajukan permohonan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya. Dalam rapat terbatas yang digelar pada Kamis (1/1), Armia meminta dukungan pemerintah pusat untuk penyediaan hunian tetap (huntap) dan kebutuhan pangan bagi ribuan warga terdampak.

Permintaan Hunian Tetap Mendesak

Armia Fahmi menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu telah menyebabkan kerusakan parah. Ribuan rumah warga dilaporkan rusak berat, bahkan sebagian lainnya hilang terbawa arus. Kondisi ini menjadikan kebutuhan akan hunian layak sebagai prioritas utama bagi pemerintah daerah.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Kami juga mohon bantuan. Pertama untuk perumahan Huntap. Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit,” ujar Armia dalam rapat tersebut.

Mureks mencatat bahwa total unit hunian tetap yang dibutuhkan mencapai 42.727 unit. “Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” lanjutnya, menegaskan urgensi pembangunan kembali permukiman warga.

Saat ini, pembangunan hunian sementara (huntara) sudah mulai dilakukan secara bertahap, dengan salah satu pihak yang terlibat adalah Danantara.

Dukungan Pangan Selama Enam Bulan

Selain persoalan hunian, Armia juga memohon dukungan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga terdampak. Ia menilai, dampak bencana masih sangat terasa sehingga pemulihan ekonomi masyarakat belum berjalan optimal.

“Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappenas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, pak presiden,” papar Armia.

Menurut Armia, kondisi perekonomian di Aceh Tamiang masih sangat tertekan pascabencana. “Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan ke depan karena yang kami lihat, kondisi perekonomian di kami ini masih sangat terasa,” tuturnya, berharap bantuan pangan dapat segera direalisasikan untuk menopang kehidupan warga.

Mureks