BANYUMAS – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Banyumas menegaskan kesiapan pasokan beras di wilayahnya. Sepanjang tahun 2025, Bulog Banyumas berhasil merealisasikan pengadaan sebanyak 66 ribu ton setara beras. Capaian ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa realisasi tersebut sejalan dengan deklarasi Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025, sebuah pernyataan yang disampaikan di Karawang.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Capaian Nasional dan Kesiapan Daerah
“Kami melaksanakan pengadaan selama 2025 dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Realisasi pengadaan Bulog Cabang Banyumas mencapai lebih dari 66 ribu ton setara beras,” kata Prawoko Setyo Aji saat ditemui di sela kegiatan olahraga bersama Perum Bulog Kancab Banyumas dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas di Baturraden, Jumat (09/01/2026).
Secara nasional, Perum Bulog mencatat capaian tertinggi sepanjang sejarah, baik dari sisi stok maupun pengadaan. Stok beras nasional saat ini mencapai kisaran 4,2 juta ton, sementara total pengadaan menembus lebih dari 3 juta ton. “Dengan kondisi tersebut, kami di daerah siap mendukung dan melaksanakan penugasan pemerintah pada 2026,” tegasnya.
Stabilisasi Harga dan Pasokan Jelang Ramadhan
Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Bulog Banyumas memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Satgas Pangan Polri.
Pemantauan rutin dilaksanakan di wilayah kerja Perum Bulog Kancab Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara (Banyumas Raya). “Kami bersama TPID dan Satgas Pangan terus mengecek kondisi di lapangan agar stok tetap tersedia dan harga tidak melebihi harga eceran tertinggi,” imbuh Prawoko.
- Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium saat ini: Rp13.500 per kilogram.
- Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium saat ini: Rp14.900 per kilogram.
Menurut pantauan Mureks, harga beras di pasar-pasar wilayah Banyumas Raya masih sesuai dengan HET, bahkan rata-rata berada di bawah ketentuan tersebut. Dari sisi ketersediaan stok, Bulog Cabang Banyumas menguasai lebih dari 58 ribu ton beras yang tersebar di empat kabupaten wilayah Banyumas Raya. “Sekitar 80 persen stok tersebut merupakan hasil serapan gabah dan beras petani lokal,” jelasnya.
Masa panen di wilayah Banyumas, berdasarkan prakiraan Dinas Pertanian masing-masing kabupaten, akan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Meskipun demikian, Prawoko mengakui saat ini sudah terdapat panen awal yang bersifat sporadis di sejumlah wilayah, sementara sebagian besar petani sebelumnya masih berada pada masa tanam.






