Bugatti Tourbillon, hypercar terbaru yang dibanderol mulai dari 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 70 miliar sebelum pajak, belum resmi dikirimkan kepada konsumen. Namun, salah satu produsen pelek aftermarket terkemuka, Vossen, telah merilis visualisasi bagaimana tampilan mobil tersebut dengan set pelek kustom mereka.
Meskipun belum ada kepastian apakah 250 calon pemilik Tourbillon akan memilih Vossen atau modifikator lainnya, rendering yang dirilis Vossen ini menampilkan Bugatti Tourbillon dalam balutan warna perak dan biru yang menawan. Kombinasi warna ini dinilai sangat cocok dengan bentuk aerodinamis mobil, diperkaya dengan elemen serat karbon ekspos pada panel rocker, sisipan bumper depan, hingga diffuser belakang. Secara visual, perpaduan ini menciptakan kesan yang sangat kuat dan tak terbantahkan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Desain Pelek Vossen yang Kontroversial
Namun, tim redaksi Mureks mencatat bahwa desain pelek yang ditawarkan Vossen menimbulkan perdebatan. Untuk bagian depan, Vossen memasangkan desain LC3-11T, pelek bergaya cakram aero yang detail. Meskipun mungkin bertujuan untuk membantu aliran udara, secara visual desain ini terasa kurang selaras dengan estetika keseluruhan mobil yang premium.
Sementara itu, untuk roda belakang, desainer Karan Adivi memilih pelek Vossen LC3-01T dengan sentuhan brushed gloss clear finish. Bentuk pelek ini memang agresif, namun terlihat sedikit janggal jika dipadukan dengan mobil sekelas Bugatti yang seharusnya memancarkan kesan mewah dan berkelas.
Performa dan Inovasi Bugatti Tourbillon
Lantas, apa yang membuat Tourbillon begitu menarik perhatian? Hypercar ini hadir dengan tata letak mesin yang sepenuhnya baru, meninggalkan bayang-bayang pendahulunya. Mesin W16 quad-turbo 8.0 liter khas VW Group kini digantikan oleh mesin V16 naturally aspirated 8.3 liter yang dikembangkan oleh Cosworth, menghasilkan tenaga 986 hp.
Tenaga tambahan disuplai oleh sistem hibrida, meningkatkan total daya gabungan menjadi 1.775 hp yang brutal. Bugatti mengklaim Tourbillon mampu mencapai 100 km/jam hanya dalam 2 detik, 200 km/jam dalam waktu kurang dari 5 detik, dan 300 km/jam dalam waktu kurang dari 10 detik.
Hanya 250 unit Tourbillon yang direncanakan untuk diproduksi, dengan harga pra-pajak mulai sekitar 3,8 juta Euro atau sekitar 4,5 juta dolar AS berdasarkan nilai tukar saat ini. Angka ini secara signifikan lebih sedikit dibandingkan 450 unit Veyron dan 500 unit Chiron yang diproduksi sebelumnya. Namun, seperti pendahulunya, varian-varian baru hampir pasti akan menyusul, sehingga jumlah totalnya kemungkinan besar akan bertambah.






