Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat masih mendominasi sebagai negara tujuan ekspor terbesar Indonesia sepanjang periode Januari hingga November 2025. Data ini menunjukkan peran krusial kedua negara tersebut dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri Tanah Air.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan rincian kontribusi masing-masing negara. “Pada Januari – November 2025, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar yaitu sebesar 58,24 miliar dollar AS (23,80 persen), diikuti oleh Amerika Serikat 28,14 miliar dollar AS (11,50 persen), dan India 16,44 miliar dollar AS (6,72 persen),” ujar Pudji di Jakarta, Senin (5/1).
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Komoditas utama yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode tersebut meliputi besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan barang daripadanya. Ini menunjukkan diversifikasi produk yang diminati pasar Tiongkok dari Indonesia.
Selain itu, BPS juga mencatat peningkatan signifikan pada ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa. Ekspor ke ASEAN mencapai 47,21 miliar dollar AS, naik 13,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa juga tumbuh 11,43 persen dengan total nilai 17,74 miliar dollar AS.
Dari sepuluh komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar pada Januari–November 2025, mayoritas menunjukkan tren positif. Semua komoditas mengalami peningkatan, kecuali bahan bakar mineral yang justru mencatat penurunan sebesar 7,26 miliar dollar AS atau 20,12 persen. Di sisi lain, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati menjadi primadona dengan peningkatan tertinggi, melonjak 6,36 miliar dollar AS atau 26,24 persen.
Menurut Mureks, kinerja ekspor Indonesia juga menunjukkan gambaran yang bervariasi berdasarkan sektor. Sektor industri pengolahan mengalami peningkatan ekspor nonmigas sebesar 14 persen dibandingkan Januari–November 2024, terutama didorong oleh ekspor minyak kelapa sawit. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh impresif sebesar 24,63 persen, berkat peningkatan ekspor kopi. Namun, sektor pertambangan dan lainnya justru terkontraksi 24,24 persen, yang disumbang oleh penurunan ekspor batubara.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia pada Januari–November 2025 mencapai 256,56 miliar dollar AS, menunjukkan kenaikan 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan itu, ekspor nonmigas juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,07 persen, mencapai 244,75 miliar dollar AS.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-November 2025 tercatat sebesar 218,02 miliar dollar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan 2,03 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, mengindikasikan aktivitas perdagangan yang terus bergerak.






