Nasional

BNPB: 3.223 Bencana Terjadi Sepanjang 2025, Tanah Longsor Paling Mematikan di Luar Siklon Senyar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai kejadian bencana sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 3.223 bencana alam melanda Indonesia, dengan tanah longsor diidentifikasi sebagai jenis bencana paling mematikan, tidak termasuk dampak dari pergerakan Siklon Senyar.

Peningkatan frekuensi dan dampak bencana tanah longsor dinilai sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah kejadian maupun korban jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa tanah longsor menjadi kontributor korban jiwa tertinggi jika dampak Siklon Senyar tidak diperhitungkan.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Di 2025, peningkatan kejadian tanah longsor sangat signifikan. Dengan intensitas dan dampak yang jauh luar biasa dari tahun sebelumnya. Sekiranya tidak ada Siklon Senyar, maka tanah longsor adalah kejadian paling mematikan sepanjang tahun 2025,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (1/1).

Siklon Senyar sendiri merupakan anomali cuaca yang menyebabkan bencana besar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada November 2025.

Rangkaian Bencana Tanah Longsor Sepanjang 2025

  • Januari: Longsor di Petungkriono, Pekalongan, menewaskan 25 orang.
  • Maret: Longsor di Sukabumi dengan 9 korban meninggal.
  • April: Longsor di Mojokerto menewaskan 10 orang.
  • Mei: Longsor di Gunung Kuda, Cirebon, menewaskan 21 orang; Longsor di Kabupaten Arfak, Papua Barat, dengan 16 korban jiwa.
  • Juni: Longsor di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menewaskan 7 orang.
  • November: Longsor di Cilacap menewaskan 21 orang; Longsor di Banjarnegara menewaskan 17 orang; Longsor di Nduga, Papua, menewaskan 23 orang dan menyebabkan 15 orang hilang.

Pada November 2025, rangkaian bencana banjir dan longsor juga melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Abdul Muhari menambahkan, “Ini berkontribusi untuk meningkatkan dampak baik itu korban jiwa, maupun infrastruktur akibat bencana di 2025.”

Total 3.223 Bencana dan Faktor Pemicu

Secara keseluruhan, Mureks mencatat bahwa BNPB melaporkan 3.223 kejadian bencana sepanjang tahun 2025. Banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera menjadi penyumbang utama korban jiwa dan kerusakan rumah.

“Kalau kita lihat dari kejadian bencana apa saja yang paling signifikan dalam kontribusi di angka korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, khususnya rumah, itu adalah banjir dan tanah longsor. Kontribusinya dari kejadian di Sumatera,” jelas Abdul.

Abdul Muhari menekankan bahwa peningkatan kejadian longsor tidak semata-mata dipicu oleh intensitas hujan tinggi. Namun, hal ini juga berkaitan erat dengan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan, terutama di wilayah lereng yang rentan.

“Kondisi-kondisi kelerengan ini sudah mulai sangat rentan, sehingga benar-benar kita harus melihat ulang tata ruang dan peruntukan lahan,” tutupnya.

Mureks