Keuangan

BNI Sekuritas Prediksi IHSG Menguat Hari Ini 8 Januari 2026, Samuel Sekuritas Justru Beri Sinyal Pelemahan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Prediksi ini datang dari BNI Sekuritas yang melihat potensi kenaikan jika level support 8.900 mampu bertahan.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh PT Samuel Sekuritas. Mereka memproyeksikan IHSG hari ini justru akan melemah, didorong oleh sentimen negatif dari pasar regional.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Kinerja IHSG Rabu dan Rekomendasi Saham

Pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 0,13 persen atau naik 11,19 poin ke level 8.944,80. Penguatan ini disertai dengan aksi beli bersih oleh investor asing sebesar Rp 230 miliar. Saham-saham yang paling banyak diburu investor asing antara lain ANTM, BBRI, INCO, ASII, dan TINS. Mureks mencatat bahwa pergerakan positif ini menjadi modal awal untuk perdagangan hari ini.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan, “IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900.” Ia menambahkan, level support IHSG diperkirakan berada di rentang 8.900-8.930, sementara level resistance di 8.970-9.000.

Berikut adalah rekomendasi saham pilihan dari BNI Sekuritas untuk perdagangan Kamis, 8 Januari 2026:

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Spec Buy dengan area beli 4800-4810, cutloss di bawah 4760. Target dekat 4850-4870.
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Spec Buy dengan area beli 7300-7375, cutloss di bawah 7275. Target dekat 7425-7525.
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Spec Buy dengan area beli 7500-7575, cutloss di bawah 7450. Target dekat 7675-7775.
  • PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG): Spec Buy dengan area beli 206-210, cutloss di bawah 200. Target dekat 216-224.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Buy on Weakness dengan area beli 1930-1935, cutloss di bawah 1915. Target dekat 1965-2000.
  • PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA): Buy if Break 418, dengan target dekat 450-456. Cutloss di bawah 400.

Sentimen Global dan Kinerja Sektor

Penguatan IHSG pada Rabu lalu dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), pada tahun 2026. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan, “Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini.”

Dari sisi global, harapan pemangkasan suku bunga The Fed didorong oleh melemahnya data Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa AS yang tercatat turun dari 52,9 menjadi 52,5. Selain itu, sentimen positif juga datang dari China, di mana bank sentralnya memberikan sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga serta pengurangan persyaratan cadangan wajib untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral IDX-IC bergerak menguat pada Rabu. Delapan sektor mencatat kenaikan, dipimpin oleh sektor industri yang melonjak 2,23 persen. Disusul sektor barang konsumen nonprimer naik 1,62 persen dan sektor barang baku menguat 0,92 persen. Sementara itu, tiga sektor mengalami pelemahan, yakni transportasi dan logistik (-1,03 persen), barang konsumen primer (-0,64 persen), serta teknologi (-0,32 persen).

Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi transaksi mencapai 4.576.949 kali dengan volume 70,56 miliar saham dan nilai transaksi Rp36,87 triliun. Sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan. Di bursa Asia, pergerakan bervariasi; Nikkei melemah 1,04 persen, Hang Seng turun 0,94 persen, Shanghai menguat tipis 0,05 persen, dan Strait Times naik 0,13 persen.

Referensi penulisan: www.liputan6.com

Mureks