Mulai Sabtu, 1 Januari 2026, Alpina secara resmi telah bergabung ke dalam keluarga besar BMW Group. Proses akuisisi yang telah diumumkan sejak tahun 2022 ini akhirnya tuntas, menandai lahirnya nama baru BMW Alpina di kancah otomotif global.
Masuknya Alpina ke BMW Group jelas menjadi awal cerita baru bagi merek yang dikenal jago memadukan performa halus dengan kemewahan yang tidak berisik. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah ciri khas Alpina masih akan terasa ketika berada di bawah payung raksasa BMW?
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Sejarah Panjang dan DNA Alpina
Nama Alpina sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari keluarga Bovensiepen. Sejak tahun 1965, mereka fokus ‘mengutak-atik’ mobil BMW agar terasa lebih istimewa. Jalur yang dipilih Alpina pun berbeda; bukan soal agresivitas, melainkan kenyamanan, kehalusan, dan pengalaman berkendara yang elegan.
BMW Group menegaskan bahwa mereka paham betul soal warisan tersebut. Menurut Mureks, BMW Group berkomitmen untuk tetap menjaga DNA Alpina, sambil membawanya pelan-pelan ke era baru. Ke depannya, model BMW Alpina tetap akan menawarkan personalisasi khusus, memastikan setiap mobilnya terasa eksklusif dan tidak kehilangan karakter aslinya.
Identitas Visual Baru dan Fokus Produk
Arah baru ini juga terlihat dari identitas visual terbarunya. BMW memperkenalkan wordmark Alpina yang disebut memiliki karakter tenang dan percaya diri. Emblem belakang kini ditempatkan di tengah, sebagai penegasan bahwa Alpina tetap memiliki posisi tersendiri di dalam BMW Group. Desainnya pun bukan sekadar modern, melainkan terinspirasi dari logo Alpina era 1970-an yang ikonik.
Terkait produk, BMW menegaskan bahwa mobil BMW Alpina akan digarap dengan detail dan kualitas ekstra. Sasarannya jelas adalah pengemudi yang menginginkan performa, kenyamanan, dan ketenangan hadir dalam satu paket lengkap.
Masa Depan dan Tantangan Integrasi
Dengan bergabung ke BMW Group, masa depan Alpina setidaknya terlihat lebih aman. Akses ke teknologi terbaru BMW, sumber daya teknik, hingga jaringan global menjadi modal penting untuk melangkah ke depan. Meski begitu, akan ada yang bertanya-tanya apakah perusahaan sebesar BMW Group bisa benar-benar menjaga ‘rasa’ Alpina yang selama ini dikenal halus dan berkarakter.
Langkah ini kerap dibandingkan dengan akuisisi AMG oleh Mercedes-Benz. Keduanya sama-sama berangkat dari tuner independen sebelum akhirnya diakuisisi penuh. Bedanya, AMG identik dengan performa buas, sementara tantangan Alpina justru menjaga keseimbangan antara kemewahan dan performa tanpa kehilangan jati diri yang unik.






