Tren

BKSDA Sumbar Tangani Laporan Harimau Sumatra Mangsa Ternak Warga di Agam, Pasang Kamera Pengintai

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat menindaklanjuti laporan dugaan harimau Sumatra memangsa ternak kambing milik warga di Lubuk Anau, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Pauk, Kabupaten Agam. Petugas Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar telah mendatangi lokasi pada Sabtu (3/1) untuk melakukan verifikasi dan pengumpulan data terkait insiden yang terjadi pada malam Tahun Baru 2026 tersebut.

Zainul Arifin, pemilik ternak, melaporkan kehilangan satu dari tujuh ekor kambingnya pada Kamis (1/1) dini hari. Ia menduga kuat satwa dilindungi itu sebagai pelakunya setelah menemukan kandang kambingnya jebol dan jejak kaki harimau di sekitar lokasi.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

“Waktu itu kalau tidak salah malam Tahun Baru jam 02.30 pagi. Saya tidur, anak-anak pulang malam jam 1 masih aman. Pagi ketika istri saya bangunpagi, dilihat kandang sudah patah dan kambing hilang satu,” ungkap Zainul Arifin kepada petugas BKSDA, seperti pantauan Mureks.

Menanggapi laporan tersebut, tim BKSDA langsung bergerak ke lapangan. Petugas melakukan verifikasi, mengumpulkan data, serta mencari jejak cakaran dan bekas kotoran harimau di sekitar kandang yang rusak.

Untuk mendapatkan visual satwa tersebut, BKSDA juga telah memasang sejumlah kamera pengintai, termasuk kamera termal, di area kejadian. Langkah ini diharapkan dapat membantu identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa penanganan saat ini berfokus pada pemantauan intensif. “Saat ini kami melakukan penanganan berupa pemantauan lapangan, beberapa kamera trap sudah kita pasang, juga kamera thermal. Nantinya jika sudah kita dapatkan, akan kita halau dan bisa jadi opsi terakhir dievakuasi,” ujar Ade Putra.

Selain pemasangan kamera dan pemantauan teknologi, petugas BKSDA juga aktif melakukan patroli di sekitar lokasi. Upaya ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan harimau dan mencegah potensi konflik lebih lanjut antara manusia dan satwa liar.

Mureks