Suku Dinas Bina Marga DKI Jakarta bergerak cepat memperbaiki jalan berlubang di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (9/1). Langkah ini diambil menyusul serangkaian insiden yang menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan dan kerusakan kendaraan di area tersebut.
Menurut pantauan Mureks, perbaikan difokuskan pada titik-titik krusial yang membahayakan pengguna jalan. Ridi (27), salah seorang petugas Sudin Bina Marga di lokasi, mengungkapkan bahwa keputusan perbaikan mendesak diambil setelah adanya laporan insiden ban pecah pada Kamis malam (8/1).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“Karena semalem lihat katanya ada yang ban pecah di atas (flyover), katanya karena lubang,” ujar Ridi. Ia menjelaskan, perbaikan awal dilakukan di Jalan Daan Mogot, sementara area Flyover Pesing yang juga rusak parah akan ditangani pada malam hari.
“Kita sudah sisir tadi buat dikerjain nanti malam,” tambahnya. Pemilihan waktu malam hari bertujuan untuk meminimalisir dampak terhadap arus lalu lintas yang padat di siang hari, sehingga pengerjaan dapat dilakukan tanpa perlu menutup jalan.
Warga sekitar Flyover Pesing menyambut baik perbaikan ini, namun juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kerusakan jalan yang kerap berulang. Heri (48) dan Udin (60), warga setempat, menyebutkan bahwa perbaikan terakhir baru dilakukan pada akhir tahun 2025.
“Sebelum tahun baru, ada 3-4 bulan ini,” kata Heri dan Udin. Mereka menambahkan, “Di jalan ini yang mau ke flyover, semua depan-depan (dan) atas (flyover).”
Keduanya menyoroti bahwa kondisi jalan di Daan Mogot dan Flyover Pesing seringkali rusak kembali tak lama setelah diperbaiki. “Emang begitu, gak lama juga cepet rusak. Kalau dibenerin juga gak lama (rusak). Baru 2-3 bulan flyover (diperbaiki),” keluh salah seorang warga.
Kerusakan yang terus-menerus ini, menurut warga, telah menyebabkan banyak kecelakaan. “Yang mati aja berapa orang. Yang di sini aja berapa orang,” ungkap Udin, menggambarkan betapa seriusnya dampak jalan rusak tersebut.
Ridi dari Bina Marga juga mengakui bahwa perbaikan di Flyover Pesing memang baru dilakukan beberapa waktu lalu. “Flyover itu ada kali 2 bulan yang lalu,” katanya, mengindikasikan bahwa masalah kerusakan jalan di lokasi tersebut memang merupakan isu yang berulang dan memerlukan penanganan lebih lanjut.






