Internasional

BI Tegaskan Inflasi RI 2025 Terjaga di 2,92%, Hasil Konsistensi Kebijakan Moneter

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 mencapai 0,64% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini mendorong inflasi IHK sepanjang tahun 2025 menjadi 2,92% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menanggapi capaian tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa inflasi IHK 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Sinergi Kebijakan Moneter dan Pemerintah Jadi Kunci

Kepala Departemen Komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif BI, Ramdan Denny Prakoso, pada Selasa (6/1/2026) menegaskan, “Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.”

Mureks mencatat bahwa BI meyakini inflasi akan terus terkendali dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1% untuk tahun 2026 dan 2027.

Komponen Inflasi 2025 Tetap Terjaga

Secara tahunan, inflasi IHK 2025 yang berada dalam kisaran sasaran didukung oleh terjaganya berbagai komponen inflasi:

  • Inflasi Inti: Terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy). Hal ini sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga yang menopang ekspektasi inflasi, kapasitas ekonomi yang memadai, inflasi impor yang terkendali berkat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI, serta dampak positif digitalisasi.
  • Inflasi Volatile Food: Relatif terkendali sebesar 6,21% (yoy). Kondisi ini didukung oleh upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan serta sinergi erat antara Bank Indonesia dan TPIP-TPID dalam implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional di berbagai daerah.
  • Inflasi Administered Prices: Tercatat sebesar 1,93% (yoy). Angka ini sesuai dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah.

Peningkatan Inflasi Bulanan Desember 2025

Inflasi IHK secara bulanan pada Desember 2025 mengalami peningkatan dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,17% (mtm). Kenaikan inflasi ini terutama disumbang oleh kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti relatif stabil.

Denny menjelaskan, “Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20% (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm), dengan inflasi terutama disumbang oleh komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.”

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat signifikan menjadi 2,74% (mtm) dari 0,02% (mtm) pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah. Faktor penyebabnya meliputi gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak, serta peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Inflasi administered prices juga tercatat meningkat menjadi 0,37% (mtm) dari 0,24% (mtm) pada bulan sebelumnya. Denny menyebutkan bahwa kenaikan ini terutama disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota, seiring dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru.

Mureks